Kamis, 07 Juli 2016

SHALAT IDUL FITRI 1437 H / 2016 M

      Pada  hari rabu 6 Juli 2016 dilaksanakan shalat idul fitri di Masjid Baburrahmah Perumnas Sumberker Biak, bertindak selaku khatib adalah Ust. Harun Rasyid Sinjai,S.Pd, Imam Ust. Mansur Laha,S.Ag. yang sebelumnya didahului dengan  pembacaan Data Pemberi dan Penerima Zakat, Tata Cara Shalat idul Fitri oleh Bapak Wandi Widodo.
     Pelaksanaan Shalat Id yang diikuti oleh Warga Perumas Sumberker dan sekitarnya tersebut dimulai tepat pukul 07.00 WIT. Khatib Ust.Harun Sinjai dalam khutbahnya mengambil tema “ Pesan dan Kesan Ramadhan Yang Harus Dipegang Teguh Bersama “ menjelaskan tentang Pesan Ramadhan yang terdiri dari 3 Pesan, 1. Pesan Moral atau Tahdzibun Nafsi  2. Pesan Sosial dan 3. Pesan Jihad.
1.     Pesan Moral atau Tahdzibun Nafsi artinya kita harus selalu mawas diri pada musuh  umat manusia yaitu Hawa nafsu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya Jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Didalam kitab Madzahib Fit Tarbiyah diterangkan bahwa didalam diri setiap manusia terdapat  nafsu / naluri sejak ia dilahirkan, yakni naluri marah, Pengetahuan, dan syahwat, dari ketiga naluri ini yang paling sulit dikenadalikan adalah naluri syahwat.
2.    Pesan Kedua adalah Pesan Sosial, Pesan social Ramadhan ini terlukiskan dengan indah yang terlihat pada detik-detik akhir ramadhan dan gerbang menuju bulan syawal, dimana ketika umat muslim mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashafuts Tsamaniyah ( 8 Kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat ) terutama kaum fakir miskin  tampak bagaimana silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi.
3.   Pesan Ketiga adalah Pesan Jihad, Jihad disini bukan jihad dalam pengertian sempit yakni berperang dijalan Allah, akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh, yakni “ Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselematan dari siksaNya”, dalam konteks Sosial masyarakat kita saat ini, dimana masih banyak sector social yang perlu pembenahan lebih lanjut , maka makna jihad harus mengacu kepada pengentasan masalah-masalah social, oleh sebab itu sudah selayaknya pada momentum lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru akan tetapi gagasan-gagasan baru juga dikedepankan untuk mengentaskan masalah-masalah social yang selama ini membelenggu kemajuan umat islam Indonesia.





0 komentar:

Poskan Komentar