Selasa, 19 Oktober 2010

Angin pembawa pesan

Angin yang berhembus perlahan membawa sebuah pesan,

bagai lagu cinta yang mengalun lembut membelai di telingaku.

Membuatku melayang bagai menari di atas awan.

Bayangan bidadari yang sedang menari

Badannya meliuk – liuk bagai ular kobra

Pesan itu terus mengalun bagai bunyi seruling

Aku semakin mabuk dibuatnya

Badanku semakin bergoyang

Sambil menangkap pesan itu

Aku terus berusaha meraih, menggapai

Aku ingin dapat menyatu bersama pesan

Kotabaru, 15 Oktober 2010

0 komentar:

Poskan Komentar