Rabu, 28 April 2010

Enam Sifat Sahabat

Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanya pada agama yang sempurna. Agama yang sempurna adalah Agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, tetapi pada saat ini Umat tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para Sahabat r.ahum. telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka mempunyai sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat. Enam sifat sahabat bukan agama yang sempurna, karena Agama yang sempurna terkandung dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna. Keenam point dari enam sifat Sahabat rahum tersebut adalah:
1. Yakin atas kalimat toyibah la ilaha illallah muhammadur rosulullah
2. Sholat khusu wal khudu
3. Ilmu ma' adz-dzikir
4. Ikromul muslimim
5. Ikhlashun an-niyah
6. Tafriqul Auqot

I. YAKIN ATAS KALIMAT TOYIBAH
"LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH"
Kalimat ini adalah kalimat iman. Bila ada usaha atas iman, iman kita akan naik, tetapi bila tidak ada usaha atas iman maka iman kita akan turun bahkan rusak. Setiap amalan akan di terima apabila didasari atas iman. Iman adalah suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati seluruh perintah Allah, ikut contoh Rasulullah SAW. Bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni atau mendapat safaat dari seseorang. Tetapi bila ada cacat dalam iman maka Allah SWT tidak akan mengampuni. Ucapan iman ada dibibir tetapi hakikatnya ada dihati. Seminimalnya iman adalah iman yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati perintah Allah SWT dengan cara Rasulullah SAW. Sekecil-kecilnya iman akan diberi pahala surga yang luasnya sepuluh kali dunia seisinya. Maksimal iman adalah iman yang tidak terkesan dengan suasana dan keadaan.
Cara mendapatkan hakekat iman :
• Kita dakwah pentingnya iman.
• Bila ada pembicaraan tentang iman, kita dengarkan dengan tawajuh.
• Mengubah pembicaraan dunia dengan pembicaraan iman.
• Berdoa supaya mendapat hakekat iman.
Bila seseorang telah mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUROSULULLAH maka ia harus mengeluarkan seluruh kebesaran (keyakinan) terhadap mahluk dan kebendaan. Dan memasuk satu-satunya keyakinan terhadap Allah SWT dan mengubah cara hidupnya dengan cara Rasulullah SAW secara keseluruhan.
Bila seseorang usaha atas iman secara terus menerus (istiqomah) maka imannya akan kuat dan mampu untuk melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW dan pada saat itu agama akan sempurna dalam dirinya, apabila ia meninggal dunia sebelum mencapai target sempurna imannya maka Allah SWT akan membangkitkannya bersama orang-orang yang sempurna imannya.
II. SHOLAT KHUSU’ WAL KHUDU
sholat adalah hadiah khusus dari Allah SWT yang mana karenanya Rasulullah SAW dipanggil langsung menghadap Allah ke Sidtotul Muntaha yang mana Malaikat Jibril AS tiak mampu untuk menyertainya. Seluruh perintsh Allah SWT disampaikan melalui Malaikat Jibril dan dia sendiri yang turun kebumi kecuali sahlat. Jika sholat kita benar dan diterima maka seluruh kerja kita akan terselesaikan dengan sholat dua rakaat, seluruh hajat kita akan dipenuhi. Minimal sholat dapat menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Maksimal sholat dapat membuka menarik/khazanah Allah SWT. sholat adalah kunci untuk membuka khazanah Allah SWT. Apabila sholat kita sempurna maka akan sempurna agama kita sebab sholat adalah tiang agama.
Cara mendapatkan hakekat sholat :
• Mengajak/mengundang orang lain untuk sholat dimasjid dan apabila orang tidak sholat pandanglah ia dengan kasih sayang dan ajak ia untuk sholat.
• Perbaiki usaha zahir dan bathin sholat, usaha zahir yaitu memperbaiki bacaan, gerakan-gerakan, wuduk dan rukun. Usaha batin adalah mewujudkan sifat ihlas dalam dirikita seolah-olah kita melihat Allah, jika tidak kita harus yakin bahwa Allah melihat kita.
• Jika kita ingat selain Allah dalam sholat maka kita ucapkan "Allah melihat kita" 3 kali dalam hati.
• Kita bersyukur atas taufiq dan hidayah beristigfar atas kekurangan sholat kita serta berdoa supaya mendapat hakekat sholat.
III. ILMU MA’ ADZ-DZIKIR
Ilmu dan zikir adalah satu gabungan yang tidak dapat dipisahkan, ilmu adalah jalan menuju Allah dan zikir adalh cahaya penerangan. Yang dimaksud ilmu adalah ilmu yang dengan kita dapat mengenal Allah, sifat-sifatnya, perintah-perintahnya serta larang-larangannya. Apabila kita kenal Allah maka kita akan selalu dekat padaNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengenal hak-hak Allah sehingga kita tahu apa yang disukai Allah dan apa yang tidak disukaiNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan melahirkan rasa takut kepada Allah.
Ilmu yang mengenal Allah disebut ilmu Tauhid, ilmu yang mengenal perintah Allah disebut ilmu Fadhoil dan Masail. Ilmu Fadhoil dan ilmu Masail sama pentingnya tetapi lebih utama Fadhoil, kkarena 13 tahun Rasulullah mengajarkan di Mekkah, para sahabat memiliki ilmu Fadhoil sehingga mereka mendapat kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Cara mendaptkan ilmu
• Ilmu Tauhid dengan cara bertanya membaca dan mendengar.
• Ilmu Masail dengan cara bertanya kepada alim ulama.
• Ilmu Fadhoil dengan cara mendengar dan membaca buku taklim Fadhoil dimasjid dan dirumah.
• Kita dakwahkan pentingnya ilmu.
Dzikir artinya mengingat Allah yang akan melahirkan ma’rifat dan mahabah . zikir melahirkan ingat kepada Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia dari dua unsur ada dari langit ada dari bumi. Unsur dari langit (yaitu roh) mendapatkan makan dari langit dan yang dari bumi (yaitu jasad) hanya makan dari bumi.segala sesuatu ada pembersihnya dan pembersih hati adalah zikirullah. Jika seseorang melakukan dosa maka akan ada satu titik didalam hatinya, jika ia berbuat sebenar-benarnya maka titik hitam yang lain itu akan lenyap. Sebaliknya jika ia melakukan lagi dosa yang lain maka titik hitam yang lainya pun akan timbul dan terus terjadi seperti itu dan jika terlalu banyak dosa yang diperbuatnya maka hatinyapun menjadi gelap jika dia bertaubat tetapi berbuat dosa lagi maka ia adalah orang munafik didepan Allah SWT. Seluruh air dibumi ini tidak akan dapat membersihkan titik hitam tersebut. Dengan berzikir maka akan timbul ketenangan dalam hati.
Cara mendapatkan hakikat zikir :
• Membaca A-Qur'an
• Tasbihat 300 kali setiap pagi dan sore
• Menghafal dan mengamalkan do'a-do'a masnunah
• Takarrub, duduk dan berzikir yakin bahwa Allah itu ada, mendengar dan melihat serta mengetahui kita 24 jam apa yang kita lakukan.
• Apabila lihat mahluk kita ingat Allah.
• Kita dakwahkan pentingnya zikir.
* Berdoa agar kita mendapatkan hakikat zikir.
Jika kita terus berzikir maka kita akan terpekihara dari perbuatan maksiat dan dengan terus menerus berzikir maka akan menimbulkan keagungan dan kebesaran Allah SWT dalam hatyi kita.
IV. IKROMUL MISLIMIN
Ikrom mencakup seluruh kegiatan sosial bagaimana kita dapat hidup bersama dalam masyarakat. Kita harus menunaikan hak-hak orang lain (saudara muslim). Ikrom berhubungan erat dengan iman, karena iman kita tidak dapat menunaikan hak orang lain. Bila hak Allah kita langgar mungkin Allah akan mengampuni tatapi bila hak saudara muslim kita langgar mungkin kita tidak dapat diampuni kecuali kita dapat bertemu dan minta maaf dengan orang tersebut.
Hak dalam Islam dibagi tiga :
1. Hak Allah, Rasul, laki-laki, kepada Ibu
2. Hak istri kepada suami
3. Hak tetangga, saudara dan seluruh mahluk Allah
Akhlak dibagi tiga :
1. Akhlakul hasanah kebaikan dibalas kebaikan
2. Akhlakul karimah kebaikan dibalas dengan lebih baik
3. Akhlakul adzimah kejahatan dibalas kebaikan
Ikromul muslimin khusus bagi orang Islam saja karena keimanannya yaitu merubah tabiat buruk kepada ketaatan kepada Allah.
Cara mendapatkan Ikromul muslimin :
• Kita memuliakan orang sesuai dengan keadaan yang tua, muda, dan yang sama.
• Dakwahkan pentingnya Ikromul muslimin
• Doa supaya mendapatkan Ikromul muslimin.

V. IKHLASHUN AN-NIAH
Bila ada suatu pekerjaan dikerjakan karena Allah maka akan diterima Allah jika tidak maka akan disiksa, bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni tetapi bila ada cacat dalam niat maka tidak diampuni. Sebelum melakukan amal hendaklah diperhatikan tentang niatnya. Jika niat karena Allah ikhlas nama. Jika tidak maka walaupun seluruh Mufti Memberikan fatwah kepada seseorang itu bahwa ia ikhlas maka dihadapan Allah ia tidak dianggap ikhlas.
Cara dapat hakekat ikhlas :
• Sebelum memulai amalan peliharalah niat sebaik-baiknya kemudian mengecek niat ketika beramal dan istgfar sesudah beramal dan meminta ampun kepada Allah.
• Mendakwahkan pentingnya ikhlas.
• Kita berdoa kepada Allah supaya kita mendapat hakikat ikhlas.
• Jika kita memelihara amalan kita setiap hari dengan istiqomah dijalan Allah maka sedikit demi sedikit akan tumbuh sifat ikhlas.
• Ikhlas adalah rahasia Allah dengan hambanya sekalipun malaikat tidak tahu nilainya ikhlas, bahwa 'amal kita yang ikhlas Allah simpan sampai kita bertemuNya.
VI. TAFRIQUL AUQOT (MELUANGKAN WAKTU)
Meluangkan waktu untuk agama meliputi amalan intiqoli (khuruj) dan amalan maqomi maksudnya adalah untuk menghilangkan kesalahfahaman kita tentang pemilikan harta dan jiwa kita, kita merasa bahwa harta dan jiwa milik kita. Firman Allah : "sesungguhnya Allah telah membeli harta orang beriman dengan syurga" yang dimaksud setelah kita syahadat maka pemilikan harta dan jiwa telah ditukar Allah ta'ala dengan syurga. Syahadat adalah suatu transaksi dan Allah SWT adalah maha kaya atas segala mahkluknya. Allah tidak perlu jiwa dan harta kita tetapi harta dan jiwa kita ini dikembalikan kepada kita sebagai amanat supaya dapat dimanfaatkan sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang memberi amanat.
Tentunya pemanfaatan jiwa dan harta kita harus sesuai dengan perintah Allah yang ada dalam Al-qur’an dan Hadist serta kehidupan sahabat ra.
Cara para Sahabat r.ahum. memanfaatkan jiwa dan waktu mereka:
• Untuk agama maliputi khuruj (intiqoli 'amal), maqomi 'amal, nusroh, ibadah, memenuhi kebutuhan orang-orang fakir miskin, yatim piatu, membangun masjid dan lain-lain.
• Bila ada sisa boleh digunakan untuk diri dan keluarga kita tetapi pada saat ini pemanfaatan tersebut terbalik.
Untuk mendapatkan hakekat tersebut harus meluangkan waktu untuk belajar secara praktek minimal untuk seumur hidup empat bulan, setelah itu kembali kerumah usaha pengorbanan untuk meningkatkan pengorbanan sepersepuluh hidup dan ditingkatkan sepertiga hidup dari waktu kita dan secara bertahap ditingkatkan hingga seumur hidup.
Sumber: http://sahabatnabi.0catch.com/

0 komentar:

Poskan Komentar