Minggu, 14 Maret 2010

AL QUR’AN, KORAN DAN KONSER MUSIK

by: abdun albarra
Musabaqah Tilawatil Qura’an (MTQ)tingkat Kabupaten Biak Numfor Papua baru saja berakhir, bermacam lomba yang dipertandingkan para pemenang telah menikmati kegembiraanya. Namun ada yang terasa kurang dalam kegiatan ini bahkan hampir setiap mengadakan MTQ atau STQ, peserta yang ikut dan pengunjung yang datang menyaksikannya sangat sedikit sekali,hampir semua cabang lebih banyak dewan hakimnya dari pada pesertanya, apalagi pengunjungnya lebih banyak panitianya. Ini ada gejala apa ? Apakah umat Islam sudah tidak peduli lagi dengan al Qur’an,atau memang tidak tahu adanya kegiatan tersebut. Bandingkan dengan konser musik pengunjungnya selalu membeludak, meskipun harus bayar dan berdesak desakan, bahkan tidak sedikit memakan korban.
kemudian minat baca al Qur'an juga sangat memprihatikan, disetiap mesjid dan mushalla ada Taman Pendidikan al Qur'annya, yang diikuti oleh anak anak dari kelas satu sampai kelas enam Sekolah Dasar, namun eronisnya begitu anak anak itu sudah memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) mereka sudah tidak mau lagi belajar bahkan membaca al Qur'an, sehingga pendidikan al Qur'an terputus.
Yang lebih parah lagi orangtuanya sudah tidak bisa baca al Qur'an, tapi juga tidak mendorong anaknya untuk selalu belajar dan membaca al Qur'an.
Saya teringat waktu saya masih kecil, di kampung saya hampir setiap rumah apalagi mesjid dan musalla,untuk menunggu shalat isya selalu terdengar orang orang yang belajar dan membaca al Qur'an baik itu orang tua maupun anak anak, namun sekarang yang terdengar di rumah - rumah justru suara musik dan suara TV, bahkan di mesjid dan musalla, meskipun masih ada yang duduk-duduk di Mesjid dan Musalla untuk menunggu shalat isya, tapi mereka tidak membaca al Qur'an, justru ngobrol sana sini, bahkan ikut ikutan membicarakan masalah politik, koropsi, ketidak adilan hakim dalam memutus perkara dan lain lainnya, sepertinya tidak ada waktu lain untuk membicarakan masalah tersebut.
Begitu juga setelah shalat subuh sekarang hampir setiap rumah sudah tidak lagi terdengar orang yang membaca al Qur'an, namun pagi hari yang ditunggu adalah datangnya koran pagi.
Menyikapi masalah ini, kita sebagai umat Islam harus prihatin dan bagaimana mengatasi masalah ini, agar al Qur'an kembali menjadi bacaan utama bagi umat Islam, tidak ada lagi terdengar umat Islam yang buta aksara al Qur'an.

Biak, 15 Maret 2010

0 komentar:

Poskan Komentar