Rabu, 17 Februari 2010

SENYUIM ITU INDAH, KETAWA ITU SEHAT (SENYUM DAN KETAWA SENDIRI….?)

by: abdun albarra
Suatu hari aku jalan jalan di pasar melihat seorang pemuda pakaian nya (keliatannya sih) rapi dan bersih, namun yang jadi perhatian ku bukan itu, sejak aku datang dia selalu tersenyum kemudian ketawa, kadang mulutnya komat kamit, padahal disekitarnya tidak ada orang, aku menoleh ke seberang jalan, juga tidak ada lawan bicaranya. Kebetulan di dekat ku ada seorang ibu yang agak aku kenal, dari ibu itu aku baru tahu bahwa pemuda itu stress, karena beberapa kali gagal tes pegawai.
***
kadang hidup kita tidak sesuai dengan keingin kita, tidak satu pun orang yang normal menginginkan hidupnya sengsara, semua orang menginginkan hidupnya bahagia.
Namun kenyataannya selama hayat masih dikandung badan masalah selalu saja ada, tinggal bagaimana kita menyikapi masalah yang datang tersebut. Untuk itulah Tuhan member kita akal agar kita bisa memenej permasalahan tersebut. Tapi nyata banyak orang yang tidak mampu untuk memenejnya, sehingga terjerumus ke dalam prilaku yang biasa disebut stress.
Syamsul Hadi dalam makalahnya yang berjudul “Stress, Depresi, Penyakit Masa Kini”, mendefinisikan stress sebagai suatu keadan yang menekan individu baik segi biologik, psikologis maupun social budaya.
Banyak penyebab yang mengakibatkan orang terserang stress, dan banyak teori juga untuk mengatasinya.
Pada dasarnya stress itu adalah perubahan drastisdari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Apakah keadaan itu dari senang ke sedih, dari kaya ke miskin, atau sebaliknya dari sedih ke senang dan dari miskin ke kaya. Apabila orang tersebut tidak siap menerima perubahan tersebut, maka dia akan terkena stress.
Dalam mengatasi stress paling tidak ada dua katagori yang alami:
1. Secara konseptual, dan
2. Praktis
Namun pada dasarnya Tuhan sudah memberikan tuntunan yang sangat mudah untuk mengatasi hal tersebut; pertama kita harus menyadari untuk apa kita hidup dan kepada siapa kita berandar.
Kalau kita menyimak Firman Allah dalam QS. Adz Dzariat: 56), bahwa kita hidup untuk ibadah kepada Allah. Kemudian kita menyakini akan adanya kehidupan yang hakiki yang lebih panjang, sedangkan kehidupan di dunia ini pendek, maka setiap kita ditinpa musibah kita akan bisa meluruskan hati kita bahwa bukan itu tujuan kita hidup dengan sendirinya akan melunakkan hati kita, dan kita kembalikan semua masalah tersebut kepada yang Maha segala galanya.
Aplikasinya adalah kita mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan shalat atau zikir. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al Baqarah: 153; kita disuruh minta tolong kepada Allah denga sabar dan shalat. Selanjutnya kita harus banyak berzikir, karena dengan zikir kita akan menjadi tenang, (QS. Ar Rad: 280), ketenangan hati akan membuat kita jernih berfikir, sehingga untuk mengatasi setiap problem akan mudah.
Kunci terakhir dari penyelesaian setiap problem itu adalah taqwa, karena dengan taqwa ini lah jalan keluar yang terbaik (Qs. At Thalaq: 2,3). Jadi sandaran utama kita adalah selalu kepada yang Maha mengatur.
Semoga dengan pengalaman melihat pemuda yang tersenyum dan tertawa sendiri, kita bisa mengambil pelajaran, agar kita tidak terjebak ke dalam yang nama stress.
(Biak, 30 Januari 2010.)

0 komentar:

Poskan Komentar