Friday, January 22, 2010

POLIGAMI ITU ENAK

By: abdun albarra
.............
Reff:
Jadikanlah aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walaupun kau takkan pernah
 kumiliki selamanya.
.....
Penggalan lagu Astrid, yang berjudul “ Jadikan Aku Yang Kedua”
Saya jadi bertanya tanya, apakah itu suara murni hati seorang perempuan, beberapa wanita yang saya tanya, tidak satupun yang mau suaminya kawin lagi, bahkan diantara teman teman saya, mereka bilang, kalau suaminya kawin lagi, lebih baik dia dicerai dan hidup sendiri. Bahkan ada yang lebih ekstrim (ini menurut saya) dia katakan; kalau suaminya kawin lagi akan dia bunuh saja, kalau tidak dia berkata; langkahi dulu mayatku (apakah seberani dan senekad itu seorang perempuan ).
Sekarang kalau kita bertanya kepada nurani kita, seandainya kita punya dua anak, satu punya kepribadian yang baik, taat dengan orang tua, sedangkan yang satunya mempunyai perangai tidak baik, bahkan sering membangkang dengan orang tuanya. Suatu hari kita dikasih orang satu potong roti, kepada anak yang mana akan diberikan roti itu, kalaupun harus membaginya, apakah bagi rata ?.
Kalau masalah benda (materi) mungkin kita bisa membaginya dengan rata, namun perasaan kita, apakah bisa membagi kasih sayang dengan rata. Dalam istilah lainnya adalah adil.
Adil adalah perlakuan sama terhadap kedua belah pihak dengan tidak menzalimi salah satunya, jangan sampai kecintaan berlebiahan kepada salah satu pihak dan ada rasa benci kepada pihak lain, menghalangi kita untuk berbuat adil, meskipun perasaan tidak bisa ditebak. 
Sebenarnya arah pembicaraan ini adalah masalah poligami, apakah seorang suami yang berpoligami itu sudah yakin dia mampu untuk berlaku adil, kalau tidak mampu, berarti dia zalim, kalau zalim apakah ini dapat dikatagorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebenarnya jangankan poligami, monogami saja, pencurahan kasih sayang kepada istri apakah sudah sepenuhnya.
Seorang suami yang monogami, tapi dia sibuk dengan pekerjaannya, melebihi batas kewajaran, karena sibuknya sampai dia lupa ulang tahun istrinya atau lupa pesan istrinya, sewaktu mau berangkat kerja, menurut saya ini juga sebenarnya sudah terjadi poligami, suami berpoligami dengan pekerjaannya. Begitu juga seorang isteri karir, yang asik dengan pekerjaannya, dia sudah berpoliyandri dengan pekerjaannya.
Sekarang kita kembali kepada penggalan lagu di atas, seorang perempuan dia tidak mau kalau suaminya berpoligami, tapi banyak perempuan mau menjadi istri muda. Bahkan ada perempuan yang bangga menjadi isteri muda. Pertanyaannya sekarang, kenapa wanita marah suaminya kawin lagi, tapi dia tidak menolak menjadi isteri kedua. Sebenarnya yang mana yang benar ?.
Namun pada prinsipnya susah mencari pria yang mampu berlaku adil terhadap istri istrinya, walaupun dari segi materi, mungkin bisa berlaku adil, tapi kasih sayang, bagaimana ?.
Sepanjang yang saya tahu, pria yang berpoligami, lebih kepada menurutkan nafsunya, bukan karena mengamalkan sunnah, kalau betul ingin mengamalkan sunnah, banyak sunnah sunnah lain yang justru pahalanya sangat besar, misalnya shalat berjamaah di Mesjid, menyantuni anak yatim, memberi makan fakir miskin,dan lain lain, tapi kebanyakan mereka justru tidak melakukannya, kenapa ?, karena poligami itu enak.
(biak, 24 November 2009)

LIMA PESAN NABI SAW

by: abdun albarra
Hadits Rasulullah SAW yang artinya: Wahai kaum Muhajirin, ada lima macam bencana jika ditimpakan dan diturunkan kepada kalian yang Aku berlindung kepada Allah, semoga kalian tidak mengalaminya;
Pertama, bila muncul perzinaan di suatu kaum hingga mereka berani melakukan secara terang-terangan, maka akan tersebar di kalangan mereka penyakit yang tidak pernah diderita oleh nenek moyang mereka sebelumnya.
Kedua, bila mereka (suka) mengurangi sukatan dan timbangan, niscaya mereka akan dibalas dengan kemarau panjang, paceklik hebat dan kezaliman para penguasa.
Ketiga, bila mereka enggan mengeluarkan zakat, niscaya mereka tercegah dari hujan yang turun dari langit (kemarau panjang). Sungguh kalau bukan lantaran hewan-hewan, niscaya hujan tidak akan dicurahkan sama sekali.
Keempat, bila mereka merusak janji dengan Allah SWT dan janji dengan RasulNya, niscaya didaulatkan kepada mereka musuh dari luar, lalu musuh itu merenggut sebagian apa yang ada di tangan mereka. (meninggalkan perintah dan mengerjakan larangan).
Kelima, bila para pemimpin mereka tidak memutuskan perkara berdasarkan kitabullah, niscaya Allah jadikan peperangan antar sesama mereka. (HR Al Baihaqi dan lain-lain, lihat kitab Al Targib Wa Al Tarhih, Madrasah Al Falah, Makkah, hal 41-42).
Lima pesan nabi tersebut, seperti sudah marak di negeri ini, lihat saja masalah perzinahan, baik yang terselubung maupun yang terang terangan, bahkan para pejabat sudah tidak malu lagi, mereka melakukan perbuatan zina, kemudian di rekam, rekaman beredar di masyarakat, ada lagi yang orang pintar dan suci, mereka melakukannya meski tidak secara jelas, namun dengan kepintarannya mereka melakukan dengan berselubungkan agama, seolah olah itu dibenarkan oleh agama.
Para pengusahan atau pedagangnya sudah luntur kejujurannya, bahkan mungkin sudah sirna, para pedang kalau menjual mengurangi timbangan, barang yang rusak ditutupi dengan barang yang bagus, pengusahanya untuk memuluskan usahanya, sogok sana sini, mengerjakan pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.
Para orang kaya bukannya tidak mau mengeluarkan zakat, mereka tetap mengeluarkan zakat, mereka mengeluarkan sendiri dibagi rumah mereka, orang yang berhak menerima berjubel menunggu giliran, yang tidak sedikit berakibat memakan korban, mereka mengeluakan dengan pamer kekayaan.
Janji kita kepada Allah pertama kali waktu di dalam rahim, kemudian berjanji lagi kepada Allah dan Nabi saw, dengan mungucapkan dua kalimah syahadat, namun janji itu dilanggar, orang yang meninggalkan shalat, puasa, zakat, atau tidak mau berhaji, walau dia mampu untuk itu, semua itu termasuk melanggar janji kepada Allah dan Nabi.
Para pengambi kebijakan sudah tidak bijaksana lagi, pengadil sudah tidak adil, mereka memutuskan hanya berdaran untuk rugi bagi dirinya.
Sekarang kita lihat akibatnya, bencana disana sini, namun tidak membuat kita sadar, bahkan semakin parah.
Biak, 9 Agustus 2009

Ali dan Buah Delima

 By:abdun albarra
Pada suatu hari Fatimah istri Ali ra, yang sedang sakit dan sudah tiga hari tiga malam tidak makan, minta kepada Ali (suaminya) agar dicarikan buah delima. Karena Ali tahu istrinya sedang sakit dan sudah tiga hari tidak makan sekarang dia minta buah delima, Ali pun berangkat, namun pada saat itu belum musim buah delima apalagi di Madinah tidak ada kebun delima, karena sangat cintanya kepada istri, akhirnya Ali mencari ke kota lain, berhari hari Ali mencari ketemu juga kebun delima, namun karena bukan musimnya, karena bukan musimnya pohon itu tidak ada buahnya tapi Ali tidak putus asa dia mencari lagi ke kebun lain. Perjuangan Ali tidak sia sia, ada sebuah kebun di antara kebun tersebut ada yang berbuah tapi hanya satu biji, lalu Ali mencari pemiliknya ternyata dekan kebun itu ada sebuah rumah di huni seorang pemuda, lalu Ali berkata agar bisa minta buah tersebut atau membelinya, tapi jawab pemuda itu dia bukan pemiliknya, hanya penjaga kebun, dia tidak berani memberikan, Ali bertanya dimana pemilinya. Jawab pemuda tersebut ada di kampung sebelah Ali pun berjalan lagi mencari pemilik kebun tersebut, akhirnya bertemu juga dengan pemilik kebun tersebut. Ali pun minta atau kalau tidak dia akan memelinya, tapi jawab pemilik kebu tersebut buah tersebut sengaja ditinggal untuk bibit. Pemilik kebun tersebut tidak tahu kalau yang datang itu Ali ra, akhir Ali pun bercerita tentang istrinya. Pemilik kebun tersebut terkejut baru kali ini dia bertemu dengan yang namanya Ali menantu Rasulullah saw,sebelumnya hanya dengar namanya belum pernah bertemu, pemilik kebun itupun berkata ambil saja buah delima itu beserta dengan kebunnya. Namun Ali berkata hanya minta buahnya saja. 
Legalah Ali apa yang yang dia cari sudah didapatkannya. Diperjalannan Ali bertemu denga seorang yang sangat tua badannya kurus. Orang tua itu berkata wahai pemuda tolonglah saya, saya sakit dan sudah tujuh hari dan tujuh malam tidak makan, saya mau makan buah delima, saya sudah mencari namun tidak ada pohon yang berbuah. Ali pun bingung namun dia berpikir orang tua ini sudah tujuh hari tidak makan sedangkan istrinya baru tiga hari. Akhirnya Ali pun kasihkan buah delima yang dia dapatkan dengan susah panyah kepada orang tua tersebut.
Sesampainya di rumah Ali ceritakan kepada istrinya tentang buah delima yang dia dapat dengan susah payah dan dia berikan kepada orang tua, istri yang shaleh dia tidak marah dan berterimakasih kepada suaminya (Ali) karena menolong orang yang lebih memerlukan. Dengan kekuasaan Allah Fatimah sembuh dari sakitnya. 
Tengah malam pada saat Ali dan istrinya sudah mau tidur, ada orang yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam (Ali bertanya tanya dalam hati siapa yang datang malam malam), setelah Ali menjawab salam, dia bertanya,; siapa di luar ?, jawab orang yang datang; saya Salman al Farisyi, lalu Ali membuka pintu, ada apa saudara Salman datang malam hari ? Tanya Ali, jawab Salman saya membawakan titip orang untuk kamu, dan Salman menyerahkan titipan tersebut, Ali pun menerima titipan tersebut dan bukanya, ternyata isinya buah delima, tapi hanya sembilan saja, Ali bertanya mana satu bijinya ?, kenapa ?, Salman balik bertanya, Ali menjawab karena Allah berfirman barang siapa berbuat baik akan diganjar sepuluh, tadi siang saya memberi orang satu buah delima, maka seharusnya delimanya sekarang ada sepuluh, kalau hanya sembilan saja berarti kurang satu. Salman sambl tersenyum menjawab betul tadinya sepuluh tapi saya simpan satu. (ternyata Salman menguji kehebatan Ali).
(biak, 20 Agustus 2009)