Sunday, December 5, 2010

Tuesday, October 19, 2010

Angin pembawa pesan

Angin yang berhembus perlahan membawa sebuah pesan,

bagai lagu cinta yang mengalun lembut membelai di telingaku.

Membuatku melayang bagai menari di atas awan.

Bayangan bidadari yang sedang menari

Badannya meliuk – liuk bagai ular kobra

Pesan itu terus mengalun bagai bunyi seruling

Aku semakin mabuk dibuatnya

Badanku semakin bergoyang

Sambil menangkap pesan itu

Aku terus berusaha meraih, menggapai

Aku ingin dapat menyatu bersama pesan

Kotabaru, 15 Oktober 2010

Friday, September 3, 2010

BIAK

(Sebuah kenangan yang tak terlupakan)
By: abdun albarra
Ini bukan kali pertama aku datang ke Jayapura, ibukota Papua (dulu disebut Irian Jaya). Sesaat turun dari pesawat yang kutumpangi yang ditempuh sekitar 50 menit dari Biak, mungkin ini terakhir kalinya aku ke Jayapura dan juga merupakan perpisahan untuk Biak, yang selama empat tahun aku tinggal di kota ini sebagai abdi Negara dan abdi Masyarakat.
Kenangan manis yang tak akan terlupakan dengan kota Biak - Kota Karang, namun subur, alamnya yang masih natural, meski demikian udaranya agak panas, dengan alamnya yang hijau menyejukkan mata memandangnya membuat terasa hilang panasnya cuaca.
BIAK orang bilang kepanjangan dari Bila Ingat Akan Kembali, kalau kita sudah merasakan tinggal di Biak, memang kebanyakan lebih betah, bahkan ada seorang pensiunan tentara, setelah pensiun beliau pulang ke Jawa, namun hanya kurang lebih satu tahun, kembali lagi ke Biak. Waktu saya tanya, beliau menjawab lebih enak tinggal di Biak dari pada di Jawa. Karena kita (kata beliau) bisa lebih khusu' beribadah. 
Ini kenyataan, kehidupan beragama di kota ini sangat baik, sejauh yang saya alami belum ada gejolak yang signifikan yang berkaitan dengan agama, setiap agama dengan bebas menjalankan kegiatan keagamaannya.
Biak merupakan sebuah pulau dengan pantainya yang bersih, pemandangan birunya air laut dengan riak kecil bagai sebuah tarian yang menyejukkan mata, - kalau kita beruntung bisa melihat sekumpulan lumba –lumba bermain di dekat pantai - saya kalau sedang libur, mandi dan berendam di air laut sampai berjam-jam. Pegunungan dengan tebing yang masih asli dan pohon – pohon besar menghiasi kepulauan ini, kalau kita melihat dari udara begitu indah. Kotanya bersih, bangunan tertata dengan baik, hampir semua jalan beraspal dengan baik, Bandar Udaranya dengan panjang landasan 4000 meter, biasa di singgahi pesawat dari dan ke Honolulu, meski sekarang sudah hampir tidak pernah lagi.
Biak, kota transit, baik laut maupun udara. Apabila kita mau ke Jayapura atau sebaliknya, maka kapal laut atau pesawat udara lebih banyak transit di Biak dulu. Praktis Biak juga merupakan kota jasa, karena Biak merupakan kepulauan, maka sebagai nelayan adalah pilihan utama sebagai mata pencaharian penduduknya. Bahkan dulu ada pabrik pengalengan ikan terbesar se Indonesia, namun entah mengapa sekarang tidak beroperasi lagi.
Biak, dengan masyarakatnya yang multi kultur, hampir semua suku ada di sini, penduduk asli yang sangat berahabat, sangat menghormati kebiasaan dan adat istidadat para pendatang, membuat kehidupan di Biak sangat tentram apalagi masyarakatnya yang suka bergaul, mereka cepat membaur dengan masyarakat lainnya.
Biak yang semakin hari terus membenahi diri menambah kecantikan kota Biak, untuk investasi masih terbuka lebar, siapa yang mau, ditunggu.
Jayapura, 11 Mei 2010

Wednesday, September 1, 2010

SEJARAH MIMBAR

Suatu ketika Rasulullah saw. sedang duduk bersama para sahabatnya, kemudian datang orang asing yang tidak kenal dengan Rasulullah.Para sahabat meminta izin kepada beliau untuk membuat tempat duduk kusus bagi beliau agar mudah dikenali oleh pendatang asing. Kemudian mereka membangun sebuah gundukan terbuat dari tanah liat sebagai tempat duduk Rasulullah saw. 
Jadi pada awalnya mimbar adalah sebuah gundukan yang terbuat dari tanah liat tempat duduk Rasulullah saw. agar mudah dikenali oleh pendatang asing dan sebagai tempat menyampaikan khuthbah Jumat.
Tampaknya (wallahu a'lam), mimbar yang terbuat dari tanah liat berada di samping batang pohon kurma. Sudah disepakati bahwa pembuatan mimbar dari kayu yang diambil dari hutan dekat Kota Madinah terjadi pada tahun ke delapan atau ke sembilan Hijrah.
Pembuatan Mimbar:
 Bila Rasulullah saw. berkhutbah beliau terpaksa berdiri lama, hal ini dirasakan berat oleh beliau, maka ditancapkanlah batang pohon kurma di samping tempat beliau berkhutbah agar apabila telah lama berkhutbah, beliau dapat bersandar padanya. Hal ini dilihat oleh seseorang yang baru menetap di kota Madinah, ia berkata kepada sahabat yang berada di dekatnya, "Jika aku ketahui bahwa Muhammad (Nabi saw.) akan menyenangiku karena suatu hal yang menyenangkan, pasti akan kubuatkan untuk beliau sebuah mimbar di mana beliau dapat duduk ataupun berdiri sekehendak hati." Berita tersebut sampai ke telinga Rasulullah saw. kemudian beliau bersabda, "Panggil orang itu!" Setelah itu beliau menyuruhnya membuat mimbar dengan tiga anak tangga. Setelah itu beliau merasa nyaman dalam berkhutbah. 
Tangisan Batang Korma:
1. Ketika Rasulullah saw. tidak lagi bersandar ke batang korma karena telah ada sebuah mimbar sebagai gantinya, batang kurma itu bersedih karena rindu kepada beliau seperti rindunya seekor unta saat berpisah dengan anaknya, maka turunlah beliau dari atas mimbar lalu mengusap batang pohon kurma tadi sampai ia tenang. 
2. Diriwayatkan bahwa yang pertama kali menyuruh membuat mimbar adalah Tamim Ad Darimi yang dilaksanakan oleh Maimun (nama sebenarnya masih diperselisihkan, wallahu a'lam). 
3. Bahwa Rasulullah saw. ketika berkhutbah selalu berdiri di atas anak tangga ketiga dari mimbarnya (paling atas), sedang ketika Abu Bakar berkhuthbah ia turun satu tingkat, begitu juga Umar, turun satu tingkat yaitu pada anak tangga pertama. Adapun Utsman, ia berdiri pada anak tangga paling bawah sambil meletakkan kedua kakinya di atas tanah selama enam tahun masa pemerintahannya. Ketika pengunjung mesjid bertambah banyak, Utsman naik ke anak tangga ketiga, tempat Nabi saw. berdiri, supaya dapat terlihat saat berkhutbah. 
4. Marwan bin Hakam menambahkan tangga keenam pada bagian bawah, dengan demikian mimbar tersebut menjadi lebih tinggi. Alasan penambahan ini dapat ditafsirkan dari perkataannya, "Aku menambahkan (tangga mimbar) padanya hanyalah karena jumlah manusia (umat Islam) sudah semakin banyak.
5. Keadaan mimbar semacam ini berlansung sampai Mesjid Nabi terbakar tahun 654 H. sampai berakhirnya masa Dinasti Abbasiah.
6. Kemudian Mudhaffar penguasa Yaman memperbaharui mimbar, dan dibuatnya mimbar tersebut memiliki dua pegangan dari batang pohon, kemudian meletakkannya pada tempat mimbar Nabi tahun 656 H.
7. Dhahir Ruknuddin Bibris mengirim mimbar dan diletakkannya di tempat mimbar Mudhaffar.
8. Kemudian Dhahir Barquq mengirim mimbar lain pada tahun 797 H. dan diletakkan di tempat mimbar Bibris.
9. Muayyid Syeikh juga mengirim mimbar pada tahun 820 H. Mimbar ini terbakar pada tahun 886 H.
10. Penduduk Madinah membangun mimbar pada tempatnya yang terbuat dari batu dan dicat dengan kapur. Mimbar ini berfungsi sampai bulan Rajab 888 H. kemudian dihancurkan.
11. Di tempat tersebut dibangun sebuah minbar yang terbuat dari marmer oleh Asyraf Qaitbey.
12. Kemudian Sultan Murad Khan mengirim mimbar yang terbuat dari marmer pada tahun 998 H. Mereka membuatnya dengan arsitek yang cukup tinggi, termasuk salah satu keajaiban dunia.
Keterangan Tentang Mimbar Nabi saw.:
1. Tinggi mimbar 2 hasta, 1 jengkal, 3 jari = 125 cm
2. Tinggi anak tangga 1 jengkal 
(ada yang mengatakan sepertiga hasta) = 18 - 25 cm
3. Lebar anak tanggal 1 jengkal = 18 - 25 cm
4. Lebar mimbar 1 hasta = 50 cm
5. Panjang mimbar 1 hasta = 50 cm 
6. Tinggi bulatan pada bagian depan mimbar 
1 jengkal lebih = 25 cm
7. Mimbar Nabi memiliki sandaran yang terdiri dari tiga tiang
Sumber: http://hajj.al-islam.com

HIKMAH PENGHARAMAN BABI

oleh Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
 
Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.
Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"
Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia."
Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.
Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."
Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah.
Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131: "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al Qur'an al Karîm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
1. Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus 
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. 
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian. 
4. Penyakit pengelupasan kulit. 
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia. 
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. 
2. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. 
3. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. 
4. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. 
5. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan. 
6. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. 
7. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. 
Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.
________________________________________
Dari buku: Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari'at dan Sains Modern 
Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid 
Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997 
Penerbit: Gema Insani Press 
Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740 
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593 
Fax. (021) 7984388 

Tuesday, August 10, 2010

BOLEHKAH AKU MEMILIH

 By: abdun albara

Hidup membawa sebuah keinginan -kebahagian yang hakiki -, benarkah ?. Perjalanan hidup yang sudah diatur skenario sang sutradara agung, benarkah ?. tidak adakah campur tangan sang pemain, atau mati bagaikan wayang yang seutuhnya diatur oleh sang dalang. Padahal ada kudrat dan iradatNya yang memberikan pilihan antara ashabul yamin dan ashabussimal, berarti ada pilihan, siapa yang menentukan pilihan, padahal sang Pengatur memberikan pilihan dengan memberikan akal dan hati, memberikan tuntunan untuk memilah dan memilih melalui kekasihNya yang terpilih, masih adakah pilihan ?. Setiap detik perjalan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, kenapa dan untuk apa. Kita hanya seorang musafir yang menuju pemberhentian demi pemberhentian sampai kepada kebenaran yang sesungguhnya menuju kebahagiaan hakiki, berarti ada pilihan !.

Dalam perjalan yang pendek Sembilan bulan menuju perjalanan yang juga pendek antara enam puluh dan tujuh puluh tahun – ada yang lebih – sampai pada perjalanan yang stagnan menuju pertanggung jawaban di pengadilanNya, disinilah ditentukan kanan atau kiri, kebahagian hakiki atau penyesalan yang tak bertepi. Berarti ada pilihan !, siapa yang menentukan pilihan ?, pemain atau sutradara ?. padahal katanya semua sudah diatur, sebelum ruh ditiupkan sudah ditulis dalam buku skenario besar, setiap keluar masuknya nafas, langkah kaki dan ayunan tangan, hidup dan mati semua sudah diatur … ,bahkan daun kering yang jatuhpun sudah diatur.

Kalau begitu, apakah hanya mengikuti alur cerita saja tanpa ada pilihan, mengalir bagai air dari lereng gunung menuju lembah dengan riak yang memekakkan telinga, menghempaskan batu cadas, menyeret karang membentuk sebuah danau yang akhirnya diam, begitukah ?. Tapi kenapa ada perintah dan larangan, ada baik dan buruk, apakah itu pilihan atau hanya perputaran waktu yang sudah diatur seperti siang dan malam yang membentuk jadi hari, perputaran hari menjadi minggu tersimpul dalam bulan dan kembali lagi keawal namanya, silih berganti menjadi tahun yang tak tergantikan terus berlanjut sampai akhir riwayat hidup ini, begitukah hidup ini ?.

Sang kekasihNya menyampaikan kita terlahir dalam keadaan fitrah, tergantung setelahnya diisi dengan warna apa, dalam tubuh ada hati dalam hati ada nurani, bisikannya yang sangat halus menuntun kepada kebaikan, dalam kepala ada otak yang terbagi otok besar dan kecil, otak besar terbagi kanan dan kiri, memberikan pertimbangan yang rasional, agar tidak salah melangkah. Hati dan otak bersenergi untuk menentukan pilihan, namun ada juga nafsu yang ikut campur dalam pilihan ditambah lagi makhluk yang satu-satunya dan yang pertama yang dengan kesombongannya membangkang sang Penguasa, mencari teman menuju kehancuran, begitu terbuai dengan ajakannya – terseret - dia tidak bertanggungjawab atas pilih kita, dia akan berkata aku hanya mengajak, kamu yang menentukan, jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri dengan pilihanmu, masih adakah pilihan ?. Kalau ingin kebahagian yang hakiki ikutilah kitabullah dan sunnahku, kata al Mustofa yang mulia, berarti ada pilihan, ya memang ada pilihan, walau hidup sudah diatur oleh sang Pengatur namun ketentuan memilih ada pada pemain, dengan petunjuk yang diberikan dengan hati dan otak untuk menentukan pilihan, hanya sampai disitukah dengan pilihan yang dipilih dapat menentukan kanan atau kiri, tidak !, pilihan hanya pembuktian sebagai hamba, pilihan hanya menunjukan kedaifan sebagai hamba, dengan penghambaan itu mengharapkan keridlaanNya dengan ridlaNya akan terilih mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

1 Ramadlan 1431 H

Wednesday, July 14, 2010

MARHABAN YA RAMADHAN

by: abdun albarra
Sebentar lagi bulan penuh berkah, akan menemui kita, semoga Allah memberikan kesempatan untuk menikmati indahnya bulan penuh berkah, namun tidak sedikit orang yang mengabaikan kesempatan meraih keberkahan bulan itu, ada juga yang menghadapinya biasa-biasa saja, meski ikut puasa dan malamnya ikut shalat tarawih, namun hanya sekedar menggugurkan kewajiban, atau hanya sekedar melaksanakan ritual rutin.
Rasulullah saw, menganjurkan agar kita berdoa,” ya Allah berkahilah bulan sya’ban dan pertemukan bulan ramadhan”.
Memang ibadah puasa memerlukan ketahanan fisik dan kekuatan iman, karena puasa menahan lapar dan nafsu. Perintah puasa wajib pada bulan Ramadhan jatuh pada bulan Sya’ban tahun ke 2 Hijriyah.
Sekedar berbagi pengalaman ada beberapa tips untuk persiapan menghadapi puasa Ramadhan.
I.Persiapan ruh iman (I’dad ruhi imani)
Puasa merupakan ibadah yang benar-benar memerlukan kekuatan iman, karena dalam keadaan berpuasa, dia bisa melakukan sesuatu yang membatalkan puasanya atau membatalkan pahala puasanya, namun kalau keimanannya itu tidak akan dilakukan, meski tidak ada yang melihatnya, karena keyakinannya kan adanya yang Maha Melihat. Sebagai latihan biasa para ulama terdahulu sudah membiasakan (memperbanyak puasa dan amaliyah lain) pada bulan Rajab dan Sya’ban, agar begitu memasuki Ramadhan tidak begitu kaget.
II.Persiapan Fisik (I’dad jasadi)
Kesiapan fisik sangat diperlukan, karena dalam satu hari dilarang makan dan minum dan tidur akan berkurang, karena siang berpuasa malamnya shalat tarawih dan membaca al Qur’an, terus bangunnya harus cepat untuk makan sahur, tentunya akan banyak memerlukan tenaga, meski tidak mesti bahwa orang yang fisiknya kuat akan kuat puasa, justru orang yang fisiknya lemah sudah tua sekali, tapi kuat puasa, namun tidak salahnya menjaga kesehatan selama bulan Rajab dan Sya’ban, agar dalam menggapai kemulian dan keberkahan Ramadhan dapat diraih semaksimal mungkin.
III.Persiapan Harta (I’dad Maliyah)
Mempersiapkan harta bukan untuk makan mewah pada saat berbuka dan sahur, namun selama sembelas bulan kita biasakan menyisihkan uang sedikit, agar pada bulan Ramadlan bisa infak – shadakah lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya, karena pada bulan ini pahalanya dilipat gandakan,
IV.Persiapan intlektual dan ilmu (I’dad fikri wa ilmi).
Rasulullah saw, bersabda “ berapa banyak orang yang berpuasa, tapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja”. Kenapa sampai terjadi hal itu, karena puasanya tidak bernilai, tidak ada pahala yang didapat, agar ini tidak terjadi sebelum memasuki bulan Ramadhan, kembali dipelajari tentang rukun dan syarat puasa, dan untuk menambah semangat berpuasa buka dan pelajari lagi hikmah puasa.

Semoga kita semua dipertemukan dalam bulan Ramadhan ini dan kita bisa melaksanakan dengan baik, yang terpenting dapat meraih hikmah ramadhan dengan semaksimal mungkin.
Kotabaru, 14 Juli 2010

Thursday, June 17, 2010

KETIKA BUMI BERGONCANG

(abdun albarra)
Ketika bumi bergoncang
Mengeluarkan isi perutnya
Orang orang pun bertanya
Ada apa gerangan

Alam bercerita
Tentang beban yang dipikulnya
Tentang tingkah manusia
Yang penuh angkara

Ketika bumi bergoncang
Alam mengingatkan kita
Tentang pengabdian kita
Kepada Sang Pencipta

Ketika bumi bergoncang
Hisab diri yang dipertanyakan
Adakah amal baik yang kita lakukan
Atau hanya kerusakan yang kita perbuat

Amal baik atau amal buruk
Tentu ada ganjaran
Kita yang menetukan
Apakah kita tidak memikirkan

Wednesday, June 16, 2010

GEMPA MENGGUNCANG PERUMNAS SUMBERKER BIAK

sekitar Pukul 12.15 warga kota biak dikejutkan dengan terjadinya gempa. Guncangan pertama tidak terlalu kuat dirasakan, beberapa menit kemudian terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Jamaah masjid baburrahmah biak yang saat itu sedang menunggu waktu shalat Dhuhur berhamburan keluar pada saat terjadi gempa yang ke-2. guncangan menyebabkan lampu dan kipas bergoyang,namun gempa tersebut tidak menyebabkan kerusakan fisik masjid baburrahmah.
ada kejadian lucu saat terjadi gempa, salah seorang jamaah masjid yang saat itu kakinya mengalami patah tulang, tiba-tiba bisa berlari keluar masjid tanpa terasa apa-apa ( sakit ), setelah ditegur oleh jamaah lain, barulah ia sadar bahwa kakinya sedang sakit.
ada lagi jamaah yang hanya shalat sunat qabliyah dhuhur 1 rakaat saja, karena belum sempat rakaat kedua terjadi gempa susulan, katanya terpaksa kabur daripada kena reruntuhan ( ternyata tidak terjadi )...
semua kejadian pasti ada hikmah dibaliknya yang bisa kita ambil.
wassalam.

Monday, May 31, 2010

Jamaah Tabligh, Berdakwah di Negeri Konflik

Madrasah Arabia Tableeghe Markas Raiwind adalah Pusat Dakwah Jamaah Tabligh di Pakistan. Meski keadaan dalam kekacauan di Pakistan, baik dari sisi keamanan, politik dan juga ekonomi dengan semakin mahalnya kebutuhan hidup, tetap mengirim para dainya ke seluruh penjuru negeri Pakistan. Pengiriman keluar negeri pun terus dilakukan.
Salah satu fakta menarik tentang Jamaah Tabligh adalah, semua pihak yang bertikai, baik dari kelompok Taliban, aparat keamanan, militer dan pemerintah, selalu menyambut para aktivis Jamaah Tabligh dengan ramah. Karena salah satu alasan yang disampaikan adalah, menyebarkan rasa persaudaraan dan persatuan sesama Muslim.
Bahkan pemimpin Jamaah Tabligh untuk daerah Swat, Haji Bakh Munir mengatakan ketika bentrok senjata antara pihak Taliban dan militer Pakistan di Swat, semua anggota aktif Jamaah Tabligh yang tinggal di Swat selamat dan tidak ada yang tewas. ”Allah ingin menunjukan kekuasaan-Nya agar kerja dakwah bisa hidup di negeri yang penuh konflik ini. Semua semata-mata pertolongan Allah SWT,” ujarnya.
Dalam setiap kesempatan tabligh akbarnya, Jamaah Tabligh di seluruh kota-kota di Pakistan selalu berjalan dengan aman dan damai. Masjid pusat Jamaah Tabligh di Raiwind, Lahore hampir setiap harinya selalu dipenuhi jamaah sampai sepuluh ribu orang. Kebutuhan makan dan minum mereka dilayani oleh Masjid Raiwind.
Raiwind adalah kota kecil yang jaraknya 25 km dari Lahore. Di Raiwind tiap tahun selalu diadakan tabligh akbar yang dihadiri sampai dua juta orang, dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Usaha dakwah dan tabligh sudah dimulai semenjak tahun 1928 ketika negara India dan Pakistan masih satu negara.
Sumber: http://www.sabili.co.id

Wednesday, May 26, 2010

NEGERI SABA DAN LUMPUR LAPINDO

(cerita empat tahun tragedi, tanpa akhir)
by: abdun albarra
Pada tanggal 15 Mei 2010, untuk pertama kali saya melihat langsung lokasi akibat lumpur di Sidoarjo, sepanjang yang saya lihat bagaikan lautan lumpur yang tidak bertepi.
Mula terjadinya musibah ini, berawal adanya eksplorasi gas milik Lapindo Brantas, pada tanggal 27 Mei 2006, musibah ini mulai terjadi, lumpur panas yang keluar, menggenangi areal persawahan, yang berlanjut sampai ke pemukiman penduduk dan kawasan industri.
Empat tahun sudah tragedi ini, namun tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Kalau melihat imbasnya saya berpikir itu bukan sebuah musibah, namun benar-benar peringatan – kalau tidak dikatakan murka Tuhan (azab) - , namun kita harus berpikir dosa apa yang kita lakukan selama ini.
***
Kalau kita menyimak firman Allah, dalam surat al A’raf ayat 96, yang artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka kami siksa mereka akibat perbuatannya” .
Melihat bencana yang silih berganti, bagai tiada henti, saya berpikir – kalau melihat ayat di atas -, berarti negeri kita ini tidak pandai bersyukur, buktinya bukan berkah yang turun dari langit, atau yang keluar dari bumi, tapi bencana dan musibah yang datang dari atas dan bawah, apabila hujan terjadi banjir, dalam bumi terjadi gempa, badai, tanah longsor, bahkan belum hilang ingatn kita tsunami di Aceh, disusul lagi dengan gempa di Jawa Barat dan Sumatera Barat.
Sebenarnya, musibah yang beruntun ini apakah memang kuasa mutlak Tuhan atau ada sebab lain, saya melihat tidak sepenuhnya kehendak Tuhan, tapi lebih dari akibat ulah manusia itu sendiri, sebagaimana firman Allah swt, sebagai berikut:
telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena buatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembalai (ke jalan yang lurus). (QS . Ar-Rum [30] : 41)
kalau melihat dua ayat tersebut, saya yakin betul musibah yang terjadi di negeri ini, pertama, karena memang ulah kita, yang tidak mempu menjaga dan melestarikan alam, kita sebagai khalifah, bukan seenaknya mengeksploitasi alam, justru sebagai khalifah harus menjaga dan memelihara alam mini. Kedua, karena iman kita yang kurang, kita hanya sebatas percaya dengan Allah, belum sampai meyakininya; buktinya, kita percaya Allah Maha Melihat,Maha Mendengar, Maha Kuasa, namun belum yakin, kenapa, kalau betul percaya dan yakin, maka satu detik pun kita tidak akan mampu berbuat maksiat kepadaNya. Masih banyak diantara kita yang melakukan penipuan, penyelewengan, ketidak adilan, hanya karena merasa berkuasa, hanya karena tidak ada yang lihat. Kemaksiatan bahkan ampai kepada perbuatan syirik, merajalela di negeri ini, orang berbuat maksiat sudah tidak merasa malu lagi, bahkan seperti bangga dengan kemaksiatan yang mereka lakukan.
Peringatan demi peringatan yang Allah berikan, namun tidak ada kesadaran, baik rakyatnya lebih-lebih pejabatnya. Mereka selalu saja melakukan kemaksiatan demi kemaksiatan.
Mari kita lihat kisah kaum Nabi Musa as. Ummat pada zaman Nabi Musa as, telah melampai batas, mereka senantiasa menurutkan hawa nafsu mereka, mereka sombong, egois dan tidak mentaati ajaran agama. Mereka selalu melakukan perbuatan maksiat, berbagai perbuatan mungkar mereka lakukan, yang di pimpin oleh Fira'un sang Raja, dan Qarun sebagai konglomeratnya.
Nabi Musa telah menasehati mereka, tapi mereka tidak peduli akan nasehat dan peringatan tersebut, kemudian Allah timpakan musibah kepada mereka; berupa: serangan nyamuk dan belalang, kekeringan, lahan pertanian mereka hancur.
Walau pun mereka telah mendapat cobaan dari Allah tersebut, tapi tidak membuat mereka sadar, dan kembali kejalan Allah, bahkan mereka makin sombong, kemaksiatan makin merajalela, bahkan seolah olah di legalkan oleh Penguasa.
Akhirnya Allah menghacurkan mereka; Fira'un dan pengikutnya di tenggelamkan Allah di laut Qulzam, sedangkan qarun beserta seluruh kekayaan nya diluluh lantakkan dan ditenggelamkan ke dalam perut bumi.
Coba kita simak firman Allah dalam QS: Al 'Araf: 133:
" Maka Kami kirimkan kepada mereka (Firaun dan pengikuitnya) angin topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum berdosa"
Kembali kita menengok negeri kita, pada tahun tujuh puluhan, bahkan ada lagu, mengibaratkan negeri ini lautnya sebagai kolam susu, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, karena negeri ini sangat sejahtera, aman sampai kita mencapai swasembada pangan. Dengan hasil pertaniaan yang melimpah, hasil hutan yang sangat banyak, barang tambang yang melimpah, hasil laut yang luar biasa, masih banyak lagi yang di miliki oleh negeri ini, sampai ada istilah; Namun kenapa sekarang negeri ini bagaikan kakek tua yang keropos, berjalan terseok seok.
Apakah karena tidak mensyukuri nikmah Allah yang diberikan kepada negeri ini ? kita bisa lihat dan rasakan sendiri.
Kemudian kembali kita perhatikan dan merujuk pada cerita zaman nabi Musa as, begitulah negeri kita ini, karena sudah banyak melakukan kesalahan, penyimpangan, ketidak adilan, keserakahan. Perbuatan maksiat kita anggap seperti nyanyian merdu yang membuai, bagaikan angin sore yang membuat kita terlena dan terbuai. Ini sudah keterlaluan. Mereka shalat, namun shalatnya tidak mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar. Namun nafsunya menyelimuti jiwanya, menutup semua ajaran agama yang benar, karena melihat indahnya sebuah kertas yang bernama uang, mereka rela bukan saja mengorbankan dirinya, bahkan menggadaikan agamanya.
***
Kembali ke lumpur Lapindo di Sidoarjo, bagaikan cerita negeri Saba, yang Allah tenggelamkan, karena perbuatan rakyat dan pejabat nya yang sudah tidak taat lagi kepada Allah. Begitulah keadaan di Sidoarjo, karena berapa banyak kampung dan desa, yang tenggelam, bagai di telan bumi, tidak ada tersisa sedikitpun, semua rata dengan lumpur. Melihat hal ini tidak ada kesadarankah dari kita, baik rakyatnya maupun pejabat negeri ini. Wallahu ‘alam.
Kota Baru, 26 Mei 2010.

PAPUA NEGERI IMPIAN

(antara harapan dan kenyataan)
by: abdun albarra

Kalau mendengar kata Papua atau Irian Jaya, orang membayangkan koteka, hutan yang lebat, serba tertinggal. Tapi kalau kita datang berkunjung apalagi tinggal disana, bayangan tersebut akan sirna, kita akan kaget melihat kemajuannya. Apalagi di kota-kota sudah tidak ada lagi orang yang menggunakan koteka. Kemajuan kota-kota di Papua sudah semakin merangkak maju, secara umum tidak jauh ketinggalan dengan kota-kota lain di luar Papua. Meskipun ada hal tertentu yang masih tertinggal, ini lebih disebabkan karena masalah transfortasi yang sangat sulit.
PENDUDUK DAN WILAYAH
Papua (Irian Jaya) merupakan salah satu propinsi di Indonesia, yang terletak paling timur Indonesia dan di bagian Barat kepulauan New Guinea, pada masa Belanda disebut New Guinea Belanda (Dutch New Guinea).
Dengan Ibu Kota Jaya Pura, luas wilayah sekitar 421,981 km² dengan 162, 928 daerah batu-batu-an, berpenduduk sekitar 1.994.532 jiwa (data tahun 2005). Kelompok etnis asli: Melanesia (termasuk Aitinyono, Aefak, Asmat, Agast, Dani, Ayamatu, Mandaca, Biak, Serui).
Agama yang mereka anut: Protestan (51.2 %0, Katolik (25.42 %), Islam (23 %) dan lain –lain (2.5%). Sumber: www.papua.go.id
Dengan jumlah suku lebih dari 200an, dan dengan bahasa masing-masing yang sangat berbeda, namun mereka memiliki bahasa penghubung dengan bahasa resmi Bahasa Indonesia.
Keadaan topografinya bervariasi mulai dari dataran rendah berawa sampai dataran tinggi yang dipenuhi dengan hutan tropika, padang rumput dan lembah. Juga rangkaian pegunungan yang tinggi, dan ada wilayah dengan danau yang indah.
Penduduk asli Papua sejak awal kehidupan, sudah dekat sekali dengan alam, mereka sangat menghargai dan tunduk dengan adat apabila berkenaan dengan alam mereka, bahkan bisa mengalahkan aturan pemerintah, demi sebuat hak adat. Meskipun sebenarnya sangat banyak suku-suku yang ada di Papua yang berbeda karakter dan bahasa mereka, namun ada kesamaan dalam mempertahankan hak atas adat.
Ada ungkapan mama Yosepha Alomang: “ Tanah ini saya punya tubuh, Gunung Nemangkawi ini jantungku, Danau Wonangon ini saya punya sum-sum, Kali ini saya punya nafas….”
Ungkapan ini memperlihatkan kuatnya kepemilikan hak atas alam bagi masyarakat Papua.
Lain lagi ungkapan yang disampaikan Orang Mee: “ maki kouko akoukai “ (tanah adalah ibu – jagalah baik-baik), begitu juga dengan orang Mungmen; mereka memahami tanah adalah ibu kandung mereka, Nimboran percaya bahwa tanah diciptakan oleh seorang nenek tua, sedangkan bagi orang Humbuluk tanah dikonotasikan sebagai rahim perempuan.
Masyarakat Napan di Nabire misalnya, meyakini bahwa hulu sungai Lagari yang dikenal dengan nama Nuba Urigwa adalah tempat sakral, yang menjadi tempat tinggal Kuri. Keyakinan ini membuat masyarakat dari kelompok ini tidak memperbolehkan untuk dirusak, karena kehidupan sungai bersumber pada tanah disekitarnya, yang dianggap sebagai rahim. Begitu juga masyarakat Yaro masih di Nabire, menganggap tanah adalah manusia yang harus dijaga. (baca Tabloid Jubi, 20 Agustus 2007).
Begitu juga dengan suku-suku lainnya, pada dasarnya tanah dan air adalah leluhur mereka yang harus dijaga dan dipertahankan. Keyakinan tanah sebagai ibu, diperkuat setelah agama Kristen masuk di tanah Papua,
SUMBER DAYA ALAM
Papua merupakan wilayah yang paling banyak sumber alamnya, seperti hutannya yang masih luas dan asli, laut dan berbagai biotanya, lahan pertaniannya yang sangat luasa dan subur, hasil buminya yang melimpah, seperti emas, perak, nikel (dan bahan galian lainnya) juga gas dan minyak. Wilayah ini menyimpan cadangan tambang terbesar di dunia, yaitu sekitar 2,5 milyar ton.
Daerah Papua yang bervariasi tersebut, dapat dibagi tiga bagian besar; 1) Penduduk pantai dan kepulauan, dengan ciri khususnya menangkap ikan dan membuat sagu, 2) Penduduk pedalaman yang hidup pada daerah sungai, rawa, danau dan lembah serta kaki gunung, pada umumnya bermata pencaharian menangkap ikan, berburu, dan mengumpulkan hasil hutan, dan 3) Penduduk daerah dataran tinggi dengan mata pencaharian berkebun dan berternak walau masih secara sederhana.
Dengan sumber daya alam yang melimpah tersebut seharusnya kehidupan masyarakat Papua lebih makmur, namun kenyataan yang ada sangat jauh berbeda, ini yang harus dikaji ulang, apakah memang masyarakatnya yang belum mampu memanfaatkanya atau adanya ketimpangan dalam hal pengelolaan sumber daya alam tersebut.
AGAMA ASLI ORANG PAPUA
Sejarawan Barat seperti Thomas W. Arnold maupun WC. Klein dalam bukunya “ The Preaching Of Islam” dan “ Neiuw Guinea” menjelaskan bahwa Islam hadir di kawasan Papua tiga abad lebih dulu dari para missionaries Kristen yang pertama (1520) yaitu: C.W. Ottow dan G.J. Geissler yang mendarat di Pulau Mansinam, Manukwari pada tanggal 5 Februari 1855. Kedatangan mereka justru diantar oleh tokoh Islam dari kerajaan Ternate dan Salawati. (baca: Islam atau Kristen Agama Orang Irian ? Pustaka Dai: 2004).
Ottow dan Geissler yang berasal dari Gereja Protestan Jerman, adalah murid Ds. OG. Heldring yang membentuk perhimpunan “Penginjil Tukang” yakni juru injiil yang sekaligus memiliki keahlian dibidang pertukangan dan pertanian, pada tahun 1847. Mereka inilah missionaries handal pada masanya, yang telah sukses menancapkan tonggak Kristenisasi secara permanen di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua. ( Baca Majalah Hidayatullah: Islam atau Kristen Agama Orang Papua).
Meskipun demikian, orang asli Papua lebih toleran dan menghormati semua pemeluk agama, ini dapat kita saksikan semua agama memliki tempat ibadahnya dengan bagus dan para penganutnya bisa melaksanakan ibadahnya tanpa ada ganguan.
Pada perayaan hari ulang tahun ke–155 pekabaran Injil di tanah Papua, Gubernur Barnabas Suebu mengatakan, “masyarakat Papua hingga kini tetap menjaga kerukunan hidup antarumat beragama sehingga wilayah itu tetap dalam keadaaan aman dan kondusif”.
Pernyataan ini tidak berlebihan, secara prinsip tidak ada pergolakan yang disebabkan karena agama, semua agama bisa melaksanakan kegiatan keagamaannya dengan tenang. Walau ada geliat kecil berkenaan dengan masalah simbol keagamaan, tapi itu senyatanya bukan murni dari keinginan penduduk asli.
KEBIASAAN
Ada kebiasaan yang tidak umum dilakukan oleh kebanyakan penduduk di Indonesia, yaitu makan pinang dan sirih, pada kebanyakan penduduk di Indonesia yang makan pinang dan sirih itu biasanya hanya orang tua dan lebih khusus lagi adalah wanita, tidak dengan di Papua, yang makan pinang dan sirih dari anak kecil sampai orang tua, baik wanita maupun pria, dari rakyat biasa sampai pejabat. Tidak mengherankan kalau kita masuk lingkungan mall atau bandara ada tulisan DILARANG MAKAN PINANG DAN SIRIH, kenapa ada tulisan ini?, karena kebiasaan mereka membuang sampahnya sembarangan, di jalan-jalan banyak kita lihat cairan yang berwarna merah, sepintas seperti darah, padahal itu adalah buangan dari bekas makan pinang dan sirih.
Ada hal lain yang menjadi kebiasaan orang Papua adalah suka minuman yang beralkohol (minuman keras), sehingga tidak heran kalau kita menemui orang mabuk disetiap sudut kota atau desa, hal ini sudah merupakan hal biasa, meskipun banyak slogan atau spanduk bertuliskan “MABUK BUKAN KEBIASAAN ORANG PAPUA”.
Kebiasaan lainnya adalah sex bebas, tidak mengherankan kalau Papua termasuk daerah terjangkit HIV/AIDS yang terbesar di Indonesia. Disetiap pojok kota banyak kita lihat anjuran agar pakai kondom, bahkan ada satu wilayah tertentu bertuliskan “WILAYAH 100 % WAJIB KONDOM”.
Dari kebiasaan masyarakatnya ini, terkadang sangat berbeda dengan keinginan mereka, mereka menginginkan kemajuan seperti daerah lain, namun tidak dibarengi dengan usaha pembinaan masyarakatnya oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat. Juga tidak mau belajar dengan pendatang yang sudah maju, baik gaya hidup dan kebiasaan terutama dalam hal pendidikan. Sebagaimana di daerah lain dengan adanya pendatang itu menjadi cambuk untuk memacu lebih baik, bukan dianggap sebagai benalu.
Jayapura, 12 Mei 2010

Wednesday, April 28, 2010

Enam Sifat Sahabat

Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanya pada agama yang sempurna. Agama yang sempurna adalah Agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW, tetapi pada saat ini Umat tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para Sahabat r.ahum. telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka mempunyai sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat. Enam sifat sahabat bukan agama yang sempurna, karena Agama yang sempurna terkandung dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna. Keenam point dari enam sifat Sahabat rahum tersebut adalah:
1. Yakin atas kalimat toyibah la ilaha illallah muhammadur rosulullah
2. Sholat khusu wal khudu
3. Ilmu ma' adz-dzikir
4. Ikromul muslimim
5. Ikhlashun an-niyah
6. Tafriqul Auqot

I. YAKIN ATAS KALIMAT TOYIBAH
"LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH"
Kalimat ini adalah kalimat iman. Bila ada usaha atas iman, iman kita akan naik, tetapi bila tidak ada usaha atas iman maka iman kita akan turun bahkan rusak. Setiap amalan akan di terima apabila didasari atas iman. Iman adalah suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati seluruh perintah Allah, ikut contoh Rasulullah SAW. Bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni atau mendapat safaat dari seseorang. Tetapi bila ada cacat dalam iman maka Allah SWT tidak akan mengampuni. Ucapan iman ada dibibir tetapi hakikatnya ada dihati. Seminimalnya iman adalah iman yang dapat mendorong seseorang untuk mentaati perintah Allah SWT dengan cara Rasulullah SAW. Sekecil-kecilnya iman akan diberi pahala surga yang luasnya sepuluh kali dunia seisinya. Maksimal iman adalah iman yang tidak terkesan dengan suasana dan keadaan.
Cara mendapatkan hakekat iman :
• Kita dakwah pentingnya iman.
• Bila ada pembicaraan tentang iman, kita dengarkan dengan tawajuh.
• Mengubah pembicaraan dunia dengan pembicaraan iman.
• Berdoa supaya mendapat hakekat iman.
Bila seseorang telah mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUROSULULLAH maka ia harus mengeluarkan seluruh kebesaran (keyakinan) terhadap mahluk dan kebendaan. Dan memasuk satu-satunya keyakinan terhadap Allah SWT dan mengubah cara hidupnya dengan cara Rasulullah SAW secara keseluruhan.
Bila seseorang usaha atas iman secara terus menerus (istiqomah) maka imannya akan kuat dan mampu untuk melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW dan pada saat itu agama akan sempurna dalam dirinya, apabila ia meninggal dunia sebelum mencapai target sempurna imannya maka Allah SWT akan membangkitkannya bersama orang-orang yang sempurna imannya.
II. SHOLAT KHUSU’ WAL KHUDU
sholat adalah hadiah khusus dari Allah SWT yang mana karenanya Rasulullah SAW dipanggil langsung menghadap Allah ke Sidtotul Muntaha yang mana Malaikat Jibril AS tiak mampu untuk menyertainya. Seluruh perintsh Allah SWT disampaikan melalui Malaikat Jibril dan dia sendiri yang turun kebumi kecuali sahlat. Jika sholat kita benar dan diterima maka seluruh kerja kita akan terselesaikan dengan sholat dua rakaat, seluruh hajat kita akan dipenuhi. Minimal sholat dapat menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Maksimal sholat dapat membuka menarik/khazanah Allah SWT. sholat adalah kunci untuk membuka khazanah Allah SWT. Apabila sholat kita sempurna maka akan sempurna agama kita sebab sholat adalah tiang agama.
Cara mendapatkan hakekat sholat :
• Mengajak/mengundang orang lain untuk sholat dimasjid dan apabila orang tidak sholat pandanglah ia dengan kasih sayang dan ajak ia untuk sholat.
• Perbaiki usaha zahir dan bathin sholat, usaha zahir yaitu memperbaiki bacaan, gerakan-gerakan, wuduk dan rukun. Usaha batin adalah mewujudkan sifat ihlas dalam dirikita seolah-olah kita melihat Allah, jika tidak kita harus yakin bahwa Allah melihat kita.
• Jika kita ingat selain Allah dalam sholat maka kita ucapkan "Allah melihat kita" 3 kali dalam hati.
• Kita bersyukur atas taufiq dan hidayah beristigfar atas kekurangan sholat kita serta berdoa supaya mendapat hakekat sholat.
III. ILMU MA’ ADZ-DZIKIR
Ilmu dan zikir adalah satu gabungan yang tidak dapat dipisahkan, ilmu adalah jalan menuju Allah dan zikir adalh cahaya penerangan. Yang dimaksud ilmu adalah ilmu yang dengan kita dapat mengenal Allah, sifat-sifatnya, perintah-perintahnya serta larang-larangannya. Apabila kita kenal Allah maka kita akan selalu dekat padaNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengenal hak-hak Allah sehingga kita tahu apa yang disukai Allah dan apa yang tidak disukaiNya. Ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan melahirkan rasa takut kepada Allah.
Ilmu yang mengenal Allah disebut ilmu Tauhid, ilmu yang mengenal perintah Allah disebut ilmu Fadhoil dan Masail. Ilmu Fadhoil dan ilmu Masail sama pentingnya tetapi lebih utama Fadhoil, kkarena 13 tahun Rasulullah mengajarkan di Mekkah, para sahabat memiliki ilmu Fadhoil sehingga mereka mendapat kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Cara mendaptkan ilmu
• Ilmu Tauhid dengan cara bertanya membaca dan mendengar.
• Ilmu Masail dengan cara bertanya kepada alim ulama.
• Ilmu Fadhoil dengan cara mendengar dan membaca buku taklim Fadhoil dimasjid dan dirumah.
• Kita dakwahkan pentingnya ilmu.
Dzikir artinya mengingat Allah yang akan melahirkan ma’rifat dan mahabah . zikir melahirkan ingat kepada Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia dari dua unsur ada dari langit ada dari bumi. Unsur dari langit (yaitu roh) mendapatkan makan dari langit dan yang dari bumi (yaitu jasad) hanya makan dari bumi.segala sesuatu ada pembersihnya dan pembersih hati adalah zikirullah. Jika seseorang melakukan dosa maka akan ada satu titik didalam hatinya, jika ia berbuat sebenar-benarnya maka titik hitam yang lain itu akan lenyap. Sebaliknya jika ia melakukan lagi dosa yang lain maka titik hitam yang lainya pun akan timbul dan terus terjadi seperti itu dan jika terlalu banyak dosa yang diperbuatnya maka hatinyapun menjadi gelap jika dia bertaubat tetapi berbuat dosa lagi maka ia adalah orang munafik didepan Allah SWT. Seluruh air dibumi ini tidak akan dapat membersihkan titik hitam tersebut. Dengan berzikir maka akan timbul ketenangan dalam hati.
Cara mendapatkan hakikat zikir :
• Membaca A-Qur'an
• Tasbihat 300 kali setiap pagi dan sore
• Menghafal dan mengamalkan do'a-do'a masnunah
• Takarrub, duduk dan berzikir yakin bahwa Allah itu ada, mendengar dan melihat serta mengetahui kita 24 jam apa yang kita lakukan.
• Apabila lihat mahluk kita ingat Allah.
• Kita dakwahkan pentingnya zikir.
* Berdoa agar kita mendapatkan hakikat zikir.
Jika kita terus berzikir maka kita akan terpekihara dari perbuatan maksiat dan dengan terus menerus berzikir maka akan menimbulkan keagungan dan kebesaran Allah SWT dalam hatyi kita.
IV. IKROMUL MISLIMIN
Ikrom mencakup seluruh kegiatan sosial bagaimana kita dapat hidup bersama dalam masyarakat. Kita harus menunaikan hak-hak orang lain (saudara muslim). Ikrom berhubungan erat dengan iman, karena iman kita tidak dapat menunaikan hak orang lain. Bila hak Allah kita langgar mungkin Allah akan mengampuni tatapi bila hak saudara muslim kita langgar mungkin kita tidak dapat diampuni kecuali kita dapat bertemu dan minta maaf dengan orang tersebut.
Hak dalam Islam dibagi tiga :
1. Hak Allah, Rasul, laki-laki, kepada Ibu
2. Hak istri kepada suami
3. Hak tetangga, saudara dan seluruh mahluk Allah
Akhlak dibagi tiga :
1. Akhlakul hasanah kebaikan dibalas kebaikan
2. Akhlakul karimah kebaikan dibalas dengan lebih baik
3. Akhlakul adzimah kejahatan dibalas kebaikan
Ikromul muslimin khusus bagi orang Islam saja karena keimanannya yaitu merubah tabiat buruk kepada ketaatan kepada Allah.
Cara mendapatkan Ikromul muslimin :
• Kita memuliakan orang sesuai dengan keadaan yang tua, muda, dan yang sama.
• Dakwahkan pentingnya Ikromul muslimin
• Doa supaya mendapatkan Ikromul muslimin.

V. IKHLASHUN AN-NIAH
Bila ada suatu pekerjaan dikerjakan karena Allah maka akan diterima Allah jika tidak maka akan disiksa, bila ada cacat dalam amal mungkin akan diampuni tetapi bila ada cacat dalam niat maka tidak diampuni. Sebelum melakukan amal hendaklah diperhatikan tentang niatnya. Jika niat karena Allah ikhlas nama. Jika tidak maka walaupun seluruh Mufti Memberikan fatwah kepada seseorang itu bahwa ia ikhlas maka dihadapan Allah ia tidak dianggap ikhlas.
Cara dapat hakekat ikhlas :
• Sebelum memulai amalan peliharalah niat sebaik-baiknya kemudian mengecek niat ketika beramal dan istgfar sesudah beramal dan meminta ampun kepada Allah.
• Mendakwahkan pentingnya ikhlas.
• Kita berdoa kepada Allah supaya kita mendapat hakikat ikhlas.
• Jika kita memelihara amalan kita setiap hari dengan istiqomah dijalan Allah maka sedikit demi sedikit akan tumbuh sifat ikhlas.
• Ikhlas adalah rahasia Allah dengan hambanya sekalipun malaikat tidak tahu nilainya ikhlas, bahwa 'amal kita yang ikhlas Allah simpan sampai kita bertemuNya.
VI. TAFRIQUL AUQOT (MELUANGKAN WAKTU)
Meluangkan waktu untuk agama meliputi amalan intiqoli (khuruj) dan amalan maqomi maksudnya adalah untuk menghilangkan kesalahfahaman kita tentang pemilikan harta dan jiwa kita, kita merasa bahwa harta dan jiwa milik kita. Firman Allah : "sesungguhnya Allah telah membeli harta orang beriman dengan syurga" yang dimaksud setelah kita syahadat maka pemilikan harta dan jiwa telah ditukar Allah ta'ala dengan syurga. Syahadat adalah suatu transaksi dan Allah SWT adalah maha kaya atas segala mahkluknya. Allah tidak perlu jiwa dan harta kita tetapi harta dan jiwa kita ini dikembalikan kepada kita sebagai amanat supaya dapat dimanfaatkan sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang memberi amanat.
Tentunya pemanfaatan jiwa dan harta kita harus sesuai dengan perintah Allah yang ada dalam Al-qur’an dan Hadist serta kehidupan sahabat ra.
Cara para Sahabat r.ahum. memanfaatkan jiwa dan waktu mereka:
• Untuk agama maliputi khuruj (intiqoli 'amal), maqomi 'amal, nusroh, ibadah, memenuhi kebutuhan orang-orang fakir miskin, yatim piatu, membangun masjid dan lain-lain.
• Bila ada sisa boleh digunakan untuk diri dan keluarga kita tetapi pada saat ini pemanfaatan tersebut terbalik.
Untuk mendapatkan hakekat tersebut harus meluangkan waktu untuk belajar secara praktek minimal untuk seumur hidup empat bulan, setelah itu kembali kerumah usaha pengorbanan untuk meningkatkan pengorbanan sepersepuluh hidup dan ditingkatkan sepertiga hidup dari waktu kita dan secara bertahap ditingkatkan hingga seumur hidup.
Sumber: http://sahabatnabi.0catch.com/

Monday, March 29, 2010

MEMBUAT JAMA’AH BARU DALAM SHALAT

Apa bila ada jama’ah shalat selesai rukuk rakaat yang terakhir, kemudian ada beberapa orang datang untuk melakukan shalat. Maka yang baru datang itu makruh membuat jama’ah baru sebelum jama’ah yang pertama salam, jadi orang orang yang baru datang disunnahkan menunggu salamnya imam, barulah orang orang yang baru datang itu membuat jama’ah baru. Kecuali waktu shalatnya sudah sangat sempit, diperkirakan kalau menunggu waktu akan habis. (baca I’anathuththalibiin juz II)

Sunday, March 14, 2010

AL QUR’AN, KORAN DAN KONSER MUSIK

by: abdun albarra
Musabaqah Tilawatil Qura’an (MTQ)tingkat Kabupaten Biak Numfor Papua baru saja berakhir, bermacam lomba yang dipertandingkan para pemenang telah menikmati kegembiraanya. Namun ada yang terasa kurang dalam kegiatan ini bahkan hampir setiap mengadakan MTQ atau STQ, peserta yang ikut dan pengunjung yang datang menyaksikannya sangat sedikit sekali,hampir semua cabang lebih banyak dewan hakimnya dari pada pesertanya, apalagi pengunjungnya lebih banyak panitianya. Ini ada gejala apa ? Apakah umat Islam sudah tidak peduli lagi dengan al Qur’an,atau memang tidak tahu adanya kegiatan tersebut. Bandingkan dengan konser musik pengunjungnya selalu membeludak, meskipun harus bayar dan berdesak desakan, bahkan tidak sedikit memakan korban.
kemudian minat baca al Qur'an juga sangat memprihatikan, disetiap mesjid dan mushalla ada Taman Pendidikan al Qur'annya, yang diikuti oleh anak anak dari kelas satu sampai kelas enam Sekolah Dasar, namun eronisnya begitu anak anak itu sudah memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) mereka sudah tidak mau lagi belajar bahkan membaca al Qur'an, sehingga pendidikan al Qur'an terputus.
Yang lebih parah lagi orangtuanya sudah tidak bisa baca al Qur'an, tapi juga tidak mendorong anaknya untuk selalu belajar dan membaca al Qur'an.
Saya teringat waktu saya masih kecil, di kampung saya hampir setiap rumah apalagi mesjid dan musalla,untuk menunggu shalat isya selalu terdengar orang orang yang belajar dan membaca al Qur'an baik itu orang tua maupun anak anak, namun sekarang yang terdengar di rumah - rumah justru suara musik dan suara TV, bahkan di mesjid dan musalla, meskipun masih ada yang duduk-duduk di Mesjid dan Musalla untuk menunggu shalat isya, tapi mereka tidak membaca al Qur'an, justru ngobrol sana sini, bahkan ikut ikutan membicarakan masalah politik, koropsi, ketidak adilan hakim dalam memutus perkara dan lain lainnya, sepertinya tidak ada waktu lain untuk membicarakan masalah tersebut.
Begitu juga setelah shalat subuh sekarang hampir setiap rumah sudah tidak lagi terdengar orang yang membaca al Qur'an, namun pagi hari yang ditunggu adalah datangnya koran pagi.
Menyikapi masalah ini, kita sebagai umat Islam harus prihatin dan bagaimana mengatasi masalah ini, agar al Qur'an kembali menjadi bacaan utama bagi umat Islam, tidak ada lagi terdengar umat Islam yang buta aksara al Qur'an.

Biak, 15 Maret 2010

Thursday, March 11, 2010

MUSAFIR MENUNGGU KABAR

(dialog antara hati dan otak)
By: abdun albarra
Saat mentari turun, menapaki tangga waktu, sangat tertib satu persatu anak tangga dilewati dengan pasti, tanpa menoleh ke kiri atau ke kanan apalagi mundur ke belakang, tidak…, tak ada keberanian untuk membangkang sang Pemberi titah, tak ada raut penyesalan, meski dia tahu akan diganti oleh rembulan, Tidak ada rasa angkuh, tidak ada rasa dia yang paling besar, dia yang paling bersinar, bahkan dia sempat memberi salam saat berpapasan dengan rembulan, dengan suara yang agung, Allahu akbar…Allahu akbar…., rembulan tersenyum membalasan sapaan mentari, seiring hamba membuktikan kehambaannya, setelah bersuci dengan air sorga.
Aku tidak bisa tidur, suara anjing yang menggonggok keras sekali, teriakan pemuda mabuk, mereka menari, bernyanyi diiringi musik yang sangat keras, tariannya bagai sufi yang sedang bezikir, namun ocehannya tidak jauh beda dengan orang gila, yang karena stress oleh kerasnya kehidupan. Kemaren aku tidak habis pikir, ada rumah sakit pemerintah menolak pasiennya hanya karena dia tidak punya kartu miskin, ada juga pasien yang disandera, karena tidak bisa membayar biaya pengobatan. Ada nenek 70 tahun yang dihukum bukan karena kesalahannya, namun karena cucunya menghilang tidak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ada lagi pencuri tiga biji coklat (di kampungku disebut kakau) dihukum, sedangkan pencuri uang rakyat milyaran, masih bisa melanggang dengan santainya, seperti tidak berdosa saja. Kalau dihukum, ruang penjaranya bim salabim, berubah jadi kamar hotel bintang lima, sementara yang lain berdesakan dalam satu ruangan yang sempit.
Ah…pemuda pemabuk itu…,
Ada apa, dengan pemuda itu… ?
Apakah mereka besok tidak bekerja….?, tidak kuliah….?, kemana orang tuanya….?
Bagaimana mau kuliah …, bagaimana mau kerja… SD saja tidak tamat…, para cukong selalu bertanya sudah berapa lama pengalaman anda …?, bagaimana bisa berpengalaman wong…, kerja aja belum pernah…,
Tapi yang pake baju merah itu kan sarjana lo…
Sarjana apa…?, kapan kuliahnya…., sejak kecil sampai sekarang dia cuma nongkrong di warung kopi…
Aku pernah liat fotonya pake baju panjang dengan topi seperti kue getas ..itu lo..
Baju toga itu….
Yah …toga, tapi kemaren anak anak di seberang jalan itu juga pake…., apa tadi…
Toga…
Yah… toga, apakah dia juga sarjana..?
Mereka bukan sarjana, mereka baru lulus TK
Ooooh…
Apa bedanya sarjana dengan lulusan TK….?
Mana ku tau, tapi ….eee sarjana itu lulusan apa …?
Emangnya lo kaga tau…?
Iya…, kamu ..?
Sarjana itu…, sarjana itu…., ah… aku juga bingung….
Loh…,kok…, tumben…., kaga pernah makan bangku kuliahan sudah ada gelarnya…., bahkan kalo gelarnya tidak ditulis di depan namanya… dia marah…, ini saya dapatkan mahal lo….,
Lu… ngomong apa…
Sarjana itu ilmu atau uang…, bingung aku…
Kenapa…?
Aku bingung…., katanya sarjana, tapi mirip anak TK
Kenapa….?
Kamu kok tanya kenapa terus…
Gini….aku bingung …nonton berita di TV, ada orang orang yang pakaiannya rapi saling caci maki di depan forum yang mulia di depan orang orang yang terhormat,…eeh …setelah itu mereka berpelukan,…besoknya marah marahan lagi…tau tau nyanyi bareng…
Lalu…!
Lalu apanya…?
Ah… enggak tahu aku..
Lho… gimana kamu ini…, kalo ada sesuatu sampaikan, paling tidak kita bisa dengar apa masalahnya…
Kalo sudah mendengar…, lalu apa solusinya .….?, apa hanya sekedar mendengarkan, dicatat, kemudian disimpan…., sama saja.., katanya penyambung lidah, katanya pengawas, katanya penyeimbang…katanya…katanya…., tambah besar tuh perut …lu
Tak tau lah….!
Ah…aku mau tidur….
Tidur saja kalo bisa…
Gimana aku bisa tidur, kalo kamu ngomong terus…
Jangan cari alasan …
Okay …okay…aku tidak bisa tidur, karena suara itu….
Suara apa…
Ah …masa kamu tidak dengar…, suara gemuruh itu …!
Itu kan suara angin…
Yah…. suara angin, yah…yah…, suaranya merdu sekali, bagai kan alunan musik simponi, suara gendang berdetak keras seirama dengan detak jantungku, gesekan biola mendayu dayu, meninabobokan sang raja, yang selama seminggu ini sibuk menyebarkan para pengawalnya untuk silaturrahmi kepada para petapa di gunung mohon restu agar para rakyat percaya lagi, bersilaturrahmi kepada sang sepi untuk menutupi aib yang akan menjatuhkannya, menutupi keangkuhan yang merobek baju kemuliaannya, menutupi bopeng dengan senyum yang penuh dengan kemunafikan…, karena tersandung kasus kebijakan yang salah atau karena ingin mempertahankan kekuasaan.
Malam semakin larut, keheningan malam semakin terasa, karena suara suara itu telah hilang dibawa angin kemunafikan, demi sepenggal kekuasaan, rela mengorbankan harga diri yang memang sudah tidak berharga lagi, para punakawan tidak bisa lagi melucu, karena mulutnya sudah ditutupi oleh kebosanan, akankan para punakawan akan sembunyi di dalam goa lagi, seperti para ashabul kahfi, karena tidak mampu lagi merobah, sebab suaranya tidak didengar lagi, bahkan nasehatnya hanyut dibawa tsunami, apakah harus kita panggil superman, superboy, atau …, atau …(ah….superme aja direbus enak untuk makan).
Aku jadi ingat tentang superme, suatu hari aku duduk di kedai kopi di pinggir jalan (maksudku trotoar, sebenarnya untuk pejalan kaki, tapi jadi tempat jualan) ada seorang ibu penegmis dengan anaknya yang berumur sekitar lima tahunan, sejak aku duduk minum kopi, anak itu merengek minta belikan superme, ibunya bilang nanti dulu, kalo ibu sudah punya uang, dari pagi belum ada yang mengasih uang. Aku jadi tidak tega.…,ku kasih seribu, ibu itu langsung pergi bersama anaknya ke kios di samping kedai kopi, dia tanya berapa harga superme, penjaga kios bilang seribu…, ibu itu langsung membayar dengan uang yang ku kasih, kebutulan di kios itu ada TV yang sedang menyiarkan berita tentang pejabat yang koropsi ratusan juta rupiah…, rupanya sianak pengemis itu menyimak berita itu, sambil berjalan kembali ke tempat mangkalnya, anak itu tanya kepada ibunya, uang satu juta itu kalo beli superme berapa bungkus bu ?, ibunya tidak menjawab, dia asyik memasukkan bumbu me ke dalam plastiknya sambil mengoyang goyanng lalu menyerahkan kepada anaknya. Kasihan untuk beli sebungkus me saja menunggu setengah hari, lalu bagaimana dia mau beli beras. Katanya orang miskin dan anak terlantar di tanggung negara…
Itukan katanya….
Bagaimana dengan biaya sekolahnya….
Tapi kan sekolah gratis…
Iya gratis SPPnya, di luar SPPnya lebih banyak lagi…
Lo kok bisa begitu….
Iya memang begitu…
Jangan sembarangan kamu ngomong…, entar lu di kerangkeng…
Cuma ngomong saja di kerangkeng….
Itu juga katanya…sih
Tapi kemaren ada yang demo bawa kerbau tidak dikerangkeng…
Ah…sudah…, aku mau tidur….
Jam dinding di ruang tamu berbunyi dua kali, ah…kenapa aku masih belum bisa tidur…, cahaya rembulan sudah tidak keliatan lagi, entah kemana ?, aku malas mencari…, besok juga pasti dia akan datang. Allah hu akbar Allahu akbar…, ah …sudah subuh aku belum tidur. Kembali para hamba yang taat melapor diri kepada sang Penguasa abadi, rembulan pamit untuk istirahat, sang mentari membuka mata sambil tersenyum memberi salam kepada bumi…
Pukul 08:05 aku terbangun, …ah..aku terlambat masuk kantor, aku tergesa gesa gosok gigi, terus mandi dalam hitungan menit aku sudah rapi, siap mau berangkat ke kantor…
Aku bingung kantorku dimana ?, aku kerja dimana ?
Kamu itu bekerja ...di ….dimana ya…
Dimana…? aku lupa..
Aku juga lupa….
Tolong ingatkan aku….,
Kamu kan bukan pegawai atau karyawan…
Ah…aku lupa…, aku bukan pegawai….aku adalah musafir yang sedang menunggu kabar dari nirwana; hendak dibawa kemana negeri ini.
(Biak, 2 Maret 2010)

Wednesday, February 17, 2010

SENYUIM ITU INDAH, KETAWA ITU SEHAT (SENYUM DAN KETAWA SENDIRI….?)

by: abdun albarra
Suatu hari aku jalan jalan di pasar melihat seorang pemuda pakaian nya (keliatannya sih) rapi dan bersih, namun yang jadi perhatian ku bukan itu, sejak aku datang dia selalu tersenyum kemudian ketawa, kadang mulutnya komat kamit, padahal disekitarnya tidak ada orang, aku menoleh ke seberang jalan, juga tidak ada lawan bicaranya. Kebetulan di dekat ku ada seorang ibu yang agak aku kenal, dari ibu itu aku baru tahu bahwa pemuda itu stress, karena beberapa kali gagal tes pegawai.
***
kadang hidup kita tidak sesuai dengan keingin kita, tidak satu pun orang yang normal menginginkan hidupnya sengsara, semua orang menginginkan hidupnya bahagia.
Namun kenyataannya selama hayat masih dikandung badan masalah selalu saja ada, tinggal bagaimana kita menyikapi masalah yang datang tersebut. Untuk itulah Tuhan member kita akal agar kita bisa memenej permasalahan tersebut. Tapi nyata banyak orang yang tidak mampu untuk memenejnya, sehingga terjerumus ke dalam prilaku yang biasa disebut stress.
Syamsul Hadi dalam makalahnya yang berjudul “Stress, Depresi, Penyakit Masa Kini”, mendefinisikan stress sebagai suatu keadan yang menekan individu baik segi biologik, psikologis maupun social budaya.
Banyak penyebab yang mengakibatkan orang terserang stress, dan banyak teori juga untuk mengatasinya.
Pada dasarnya stress itu adalah perubahan drastisdari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Apakah keadaan itu dari senang ke sedih, dari kaya ke miskin, atau sebaliknya dari sedih ke senang dan dari miskin ke kaya. Apabila orang tersebut tidak siap menerima perubahan tersebut, maka dia akan terkena stress.
Dalam mengatasi stress paling tidak ada dua katagori yang alami:
1. Secara konseptual, dan
2. Praktis
Namun pada dasarnya Tuhan sudah memberikan tuntunan yang sangat mudah untuk mengatasi hal tersebut; pertama kita harus menyadari untuk apa kita hidup dan kepada siapa kita berandar.
Kalau kita menyimak Firman Allah dalam QS. Adz Dzariat: 56), bahwa kita hidup untuk ibadah kepada Allah. Kemudian kita menyakini akan adanya kehidupan yang hakiki yang lebih panjang, sedangkan kehidupan di dunia ini pendek, maka setiap kita ditinpa musibah kita akan bisa meluruskan hati kita bahwa bukan itu tujuan kita hidup dengan sendirinya akan melunakkan hati kita, dan kita kembalikan semua masalah tersebut kepada yang Maha segala galanya.
Aplikasinya adalah kita mendekatkan diri kepada Allah, baik dengan shalat atau zikir. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al Baqarah: 153; kita disuruh minta tolong kepada Allah denga sabar dan shalat. Selanjutnya kita harus banyak berzikir, karena dengan zikir kita akan menjadi tenang, (QS. Ar Rad: 280), ketenangan hati akan membuat kita jernih berfikir, sehingga untuk mengatasi setiap problem akan mudah.
Kunci terakhir dari penyelesaian setiap problem itu adalah taqwa, karena dengan taqwa ini lah jalan keluar yang terbaik (Qs. At Thalaq: 2,3). Jadi sandaran utama kita adalah selalu kepada yang Maha mengatur.
Semoga dengan pengalaman melihat pemuda yang tersenyum dan tertawa sendiri, kita bisa mengambil pelajaran, agar kita tidak terjebak ke dalam yang nama stress.
(Biak, 30 Januari 2010.)

Sekilas tentang Jama'ah Tabligh

"Tak Hanya Mengandalkan Otak"
JT ada di mana-mana. Bukan saja di Indonesia, tapi di berbagai negara. Apa kuncinya? Berikut ini wawancara Dadang K dari Sahid dengan Muhammad Muslihuddin, anggota syuro JT Indonesia.
Bagaimana sistem organisasinya/manajemen JT?
Ada, cuma tidak seperti yang umum itu, akan nampak apabila Anda terjun langsung ikut kami. Manajemen kami terbuka. Ada pembagian tugas atau komando yang jelas, setiap akan melakukan pekerjaan dilakukan musyawarah. Saudara-saudara kita yang pergi khuruj ada datanya lengkap, termasuk posisi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Ketika suatu saat keluarganya ada kepentingan, itu bisa dihubungi.
Kenapa disebut jamaah tabligh?
Nama JT itu nggak ada, orang lain yang menamakan. Dari asal muasalnya pun tidak ada. Jaman Nabi pun kan tidak ada namanya, kita ingin seperti itu, sebab kalau kita kasih nama dan bendera, orang lain punya bendera, wah itu bukan bendera saya. Tapi kalau bilang kami ini Muslim, pasti semua saudara kita. Kita tidak merasa ini suatu kelompok atau golongan. Kita bekerja, dalam hal ini hanya mengendalikan tertib-tertib dakwahnya.
Pada saat melaksanakan ibadah apakah tidak terjadi perbedaan yang menyebabkan perselisihan?
Ilmu kita sama dengan yang lain. Teman-teman kita semuanya silakan belajar kepada ulama yang mumpuni. Dalam pelaksanaannya tidak mendoktrin harus ini atau itu. Contoh yang umum, di sini (masjid kebon Jeruk, Jakarta) subuh pakai qunut, tapi pas kita di Yogya, tidak pakai qunut. Di India tidak, itu bebas dan tidak menjadi masalah. Yang terlihat tidak ada warna, semua menyatu saling menghormati, memuliakan.
Melihat potensi yang besar dari JT, apakah tidak ada keinginan untuk membuat suatu lembaga seperti pada umumnya?
Justru dengan demikian itu kecenderungan untuk pecah belah lagi. Kalau kita membentuk satu kelompok/lembaga berarti ada yang diluar kita, dan itu akan mempersempit perjuangan. Di kita tidak ada kartu anggota.
Yang kita inginkan jamaah ini besar dan siapa saja boleh ikut. Itu salah satu siasat kita. Dulu saya juga ada pemikiran seperti itu, tapi setelah ikut bergabung, ternyata itu tidak bisa. Itu harus kita singkirkan. Kita berpikir universal, jangan blok. Cara berpikir seperti itu sudah ketinggalan jaman. Memang awalnya niatnya baik, tapi setelah berjalan, banyak konflik. Tapi saya tidak anti, cuma itu pemikiran saya dan teman-teman yang sudah bergabung dengan kita.
Bagaimana pengembangan usaha ekonomi?
Kalau iman orang Islam sudah menghunjam dalam hati, dengan sendirinya akan terbentuk. Bukan saja ekonomi, kepemimpinan dan lain-lain, setelah dasar-dasarnya kita miliki. Tapi kalau iman kita masih lemah, berbicara ekonomi dan menghimpun dana, malah dananya diperebutkan, ha... haaa.. haa. Di sini tidak menghimpun dana, justru dana kita korbankan masing-masing untuk di jalan Allah.
Apa hambatan-hambatan ketika melaksanakan dakwah?
Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Kalau pun ada hambatan, bukan karena dakwahnya, tapi terkait dengan politik suatu negeri. Pada umumnya menerima dengan baik. Dari segi bahasa tidak ada kendala, biasanya ada penerjemahnya. Hambatan justru dari dalam diri kita dan keluarga.
Bagaimana cara pembinaan dakwahnya?
Kita datang ke daerah tertentu (masjid) dan kita bina beberapa orang supaya bisa keluar tiga hari, empat puluh hari, atau empat bulan. Nanti setelah pulang, ia menjadi pembina di kampungnya sendiri untuk memakmurkan masjid dengan dakwah. Orang yang kita bina itu hanya sampai bisa ikut dengan kita dan tertarik untuk berdakwah. Diharapkan untuk keilmuannya bisa kerjasama dengan para ulama setempat. Ternyata ada saja yang ikut. Buktinya, kami berkembang. Kita beri semangat kepada yang baru bergabung, ini adalah tugas mulia, dan belajar terus untuk menyampaikan dakwah. Untuk awalan mungkin belum maksimal dan kaku, tapi setelah belajar terus nanti juga bisa.
Bagaimana kalau menghadapi orang-orang jahat, katakanlah preman?
Itu relatif. Justru orang yang semacam itu gampang, mudah tersentuh. Karena kerja kita ini bukan berkalkulasi dengan mengandalkan otak, tapi ada kekuatan yang diberikan oleh Allah. Kalau Allah sudah menghendaki seseorang itu dapat hidayah, siapa yang bisa menghalangi. Kita hanya mengerjakan tugas, hasilnya serahkan kepada yang maha berkehendak. Kita akan mendapatkan sesuatu yang dahsyat, ajaib, yang kita sendiri tidak tahu.
Kenapa dilarang bicara politik?
Kalaupun dikatakan politik, kita pun berpolitik. Tapi politik kita cara Nabi, bukan politik yang Anda lihat sekarang ini. Politik Nabi adalah bagaimana menyelamatkan seluruh ummat dari neraka jahanam. Bahagia, dan selamat di dunia dan akhirat. Bukan politik yang mementingkan pribadi atau kelompok/golongan.
Bagaimana keluarga yang ditinggal khuruj?
Ada dua macam. Kalau keluarga itu sudah faham ya mendorong. Tapi ada juga keluarga yang belum faham. Itulah bagaimana pandai-pandai kita memberi pengertian, bahwa ini misi dakwah. Sekarang sudah ada program keluar bersama keluarga, jadi bukan suaminya saja. Subhanallah, ini dakwah.
Toh kita tidak sering keluar juga. Dalam sebulan ada program khuruj 3 hari, ada 40 hari dalam setahun, dan 4 bulan sepuluh hari dalam setahun. Jadi, justru lebih banyak untuk keluarga. Diusahakan setiap Muslim shalat berjamaah di mushala atau masjid. Kalaupun nggak, ya dengan keluarga. Ada tausiah setiap habis shalat.
Kita dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang pendidikan. Ada yang pegawai negeri, swasta, pedagang dan lain-lain. Mereka punya sumber dana yang normal. Tidak boleh meninggalkan keluarga begitu saja, kita musyawarahkan. Kita tanya kalau mau keluar, berapa dana yang dimiliki, bagaimana untuk keluarga, kalau tidak ada, ya tidak bisa memenuhi syarat. Keputusan pimpinan hasil musyawarah untuk menunda khuruj diambil hikmahnya. Mungkin suatu saat ada kesempatan lagi. Mereka yang bekerja, sekolah, harus dapat izin dulu.
Masalah dana, semampunya masing-masing, kalau hanya cukup untuk khuruj tiga hari, ya tiga hari. Kalau cukup untuk empat puluh hari ya silakan. Setiap diri dituntut untuk berdakwah, ini perintah Allah. Baik pedagang, sopir, dosen. Tapi ada waktu-waktu yang secara penuh untuk berdakwah. Waktu-waktu itulah yang kita harus relakan, ikhlaskan untuk berdakwah.
JT banyak menekankan ibadah sunah, misalnya pakaian dan memelihara jenggot?
Memang, hal-hal sunah banyak kita kerjakan, itu salah satu program saja. Dalam prakteknya, kita tidak katakan memelihara jenggot ini sunnah, memakai siwak ini sunah dan lain-lain. Kita ceritakan saja hal-hal yang berkaitan dengan fadilah-fadilah sunah yang sering dilakukan Nabi. Tapi bagaimana ia memahami, itu silakan masing-masing. Kalau ditekankan nanti ada konflik, misalnya Anda harus pakai sorban, sementara Anda bekerja di kantor, nanti banyak mengundang pertanyaan dan lain-lain. Biasa saja, harus bisa menyesuaikan, kalau menuntut pakai jas atau dasi, ya pakailah. Jadi, bukan karena asalnya dari India lantas kita pakai sorban, yang jelas ini sunnah.
Berapa anggota JT di Indonesia?
Kita tidak tahu jumlah pastinya, itu bukan prioritas. Anda bisa melihat setiap pertemuan di markas di setiap kota, kira-kira jumlahnya dua atau tiga ribuan orang yang hadir. Anggota kita adalah semua orang Islam, cuma mereka belum merasa menjadi anggota, padahal kita merasa satu anggota. Barangkali ada anggota aktif dan belum. Tugas yang aktif ya mengaktifkan yang belum aktif.
Sumber: Hidayatullah.com
Tanggal:Oktober 1999/Jumadil Akhir-Rajab 1420

AYO NIKAH SIRRI RAME RAME

by: abdun albarra
Pada malam Jum’at yang lalu (kurang lebih satu minggu sebelum tulisan ini ditulis), ada seorang lelaki setengah baya mengetuk pintu rumah tetanggaku, tetangga ku itu seorang pegawai pengadilan agama, aku berpikir pasti ini masalah rumah tangga, pertengkaran suami istri yang mau bercerai, dan pasti sudah parah, karena datangnya malam malam, tidak menunggu besuk pagi kah !, kenapa pikiranku seperti itu, karena laki laki itu datang ke rumah pegawai Pengadilan agama.
Paginya tetangga ku itu cerita, ternyata perkiraanku meleset, lelaki itu datang mau menikahkan keponakannya, yang sudah kebelet mau kawin, bahkan keponakan yang masih gadis muda itu (itu kata laki laki itu menurut cerita tetanggaku), sudah tinggal di rumah calon suaminya ( maksudnya pacar). Dan rencana pernikahannya pada hari ahadnya (jadi tinggal dua hari lagi), lelaki itu sudah datang ke KUA, namun petugas KUA menanyakan walinya, ternyata walinya ada di luar daerah dan tidak menyetujui pernikahan anaknya dengan pemuda itu (pacarnya), oleh Petugas KUA harus ada penetapan wali hakim dulu dari pengadilan agama, oleh sebab itu laki laki itu datang ke rumah pegawai pengadilan agama, minta surat penetapan wali.
Tetanggaku bilang tidak bisa membuat surat secepat itu, ada prosesnya dari pendaftaran selanjutnya disidangkan kalo diterima permohonannya baru keluar surat penetapannya dan itu prosesnya paling cepat satu minggu. Lelaki tersebut memohon dengan memelas agar bisa dibikinkan secepatnya karena undangan sudah terlanjur disebarkan. Tapi karena pegawai pengadilan agama itu menyatakan tidak bisa, akhirnya lelaki itu menikahkan keponakannya tanpa melewati jalur resmi (nikah dibawah tangan) atau yang santer disebut sekarang dengan NIKAH SIRRI.
***

Nikah sirri adalah pernikahan secara rahasia, maksudnya pernikahan mereka tidak dicatatatkan ke KUA, pernikahan mereka hanya memenuhi prosudur agama, memang diadakan keramaian (pesta kecil), walau tidak sedikit yang sama sekali tidak mengadakan pesta, tergantung penyebab atau alasannya kenapa mereka melakukan nikah sirri.
Ada yang berpendapat karena belum siap untuk melakukan pesta, karena pasangan itu masih kuliah (sekolah), sedang pasangan itu sudah dekat sekali, dikhawatirkan akan terjadi perbuatan yang dilarang ole agama (perzinahan), maka mereka dinikahkan dulu oleh orang tuanya.

Memang ada beberapa penyebab kenapa orang melakukan nikah sirri. Sepanjang yang penulis ketahui ada beberapa penyebab, pasangan yang tidak mencatatkan perkawinannya.
1.Karena memang tidak tahu,
2.Karena lokasi KUA, susah di jangkau,
3.Karena masih kuliah (sekolah)
4.Karena poligami, disebabkan tidak ada izin dari istri terdahulu, atau memang ingin merahasikan kepada isteri terdahulu, atau
5.Pernikahan yang bermasalah.
Untuk poin 1, sekarang ini mungkin sudah tidak berlaku lagi, penyebab seperti pada poin 1 itu penulis temukan datanya pada saat penulis masih kuliah sekitar tahun 1985 an, untuk sekarang belum ada data yang resmi.
Poin 2 (khusus di Biak Papua) masih banyak kecamatan yang berada di pulau pulau yang belum / tidak ada KUA nya, kalo mau ke kota yang ada KUA nya harus naik pesawat dengan biaya yang sangat mahal, sedangkan kalo naik kapal memakan waktu sekitar satu hari, itupun kapalnya (kalo lancar) hanya seminggu sekali. Akhirnya mereka nikah tidak dicatatkan di KUA.
Alasan pada poin 3, ini banyak terjadi di lingkungan anak anak kuliah (bahkan ada yang masih SMA) karena orang tua mereka mengkhawatirkan akan terjadi perbuatan yang dilaranga oleh agama, maka mereka nikahkan dulu, yang hanya dihadiri oleh orang tua (keluarga) pasangan itu dan dua orang saksi, nikahnya dilakukan di depan Ustadz atau Kiyai.
Kalo poin 4, ini ada itikad tidak baik dari seorang pria. Kalau seorang pria punya itikad baik, maka dia berani untuk mencatatkan perkawinannya, kalau dia melakukan perkawinan tanpa dicatat, tentu ada sesuatu yang disembunyikan, berarti pria tersebut pengecut. Sebenarnya pernikahan seperti ini telah terjadi penistaan terhadap istri pertama atau adanya kezoliman terhadap perempuan. Apalagi kalo prianya mengaku masih perjaka, padahal sudah punya istri, perkawinan ini ada unsur penipuan.
Sedangkan poin 5, banyak sekali terjadi, salah satunya seperti kasus di atas, namun pada umumnya hal ini terjadi karena sudah terjadi hubungan suami istri, padahal mereka belum nikah, bahkan banyak yang sudah terjadi kehamilan, untuk menutupi aib, lalu ingin dinikahkan secpatnya, sedangkan kalo dinikahkan secara resmi harus mengikuti proses yang membutukan waktu, ditambah lagi wali nasabnya tidak setuju dengan perkawinan mereka, akhirnya mereka mengambil jalan pintas dengan nikah sirri, yang jadi pertanyaan bagaimana dengan walinya ? siapa yang menjadi wali ?.
Padahal kalo kita melihat syarat sahnya perkawinan itu, harus memenuhi ada empat syarat:
a.Sighat (akad),
b.Wali,
c.Dua orang saksi,dan
d.Mahar.
Jadi pernikahan ini tidak sah, karena kurang satu syarat (salah satu syarat tidak terpenuhi), kalo perkawinannya tidak sah, lalu mereka melakukan hubungan suami istri, maka sama saja dengan zinah. Seandainya mereka melahirkan anak perempuan, kemudian anak perempuannya dewasa lalu mau menikah, ayahnya tidak bisa menjadi wali, kenapa ?, karena anak itu dilahirkan dari perkawinan yang tidak sah, maka nisbatnya ke ibu, jadi harus wali hakim. Kalo ayahnya yang menjadi walinya, perkawinan anaknyapun juga tidak sah, terus berlanjut begitu, maka telah terjadi perzinahan turun temurun.
Kalo hal ini terjadi siapa yang bertanggung jawab ?
***
Perkawianan yang tidak dicatatkan di lembaga resmi (KUA) akan berdampak negatif, baik status perkawiannya maupun anak yang lahir dari hasil perkawinan mereka.
Perkawinan yang tidak dicatat, maka tidak ada bukti autentiknya, tentu ada akibat hukumnya, antara lain: berakibat tidak jelasnya status isteri di mata hukum, karena tidak jelasnya status isteri, maka anak yang dilahirkan mereka juga mejadi tidak jelas.
Karena status istri tidak jelas, maka apabila suaminya meninggal dunia, si isteri tidak bisa menjadi ahli warisnya serta tidak bisa menuntut secara hukum atas harta warisan, dan apabila terjadi perceraian si isteri tidak bisa menuntut harta gonogini.
Sedangkan bagi si anak, karena status perkawinan orang tuanya tidak bisa dibuktikan dengan akta autentik, maka si anak tidak ada hubungan hukum dengan ayahnya, si anak hanya ada hubungan hukum dengan ibunya, kata pegawai pengadilan sih sudah ada aturanya yang termuat di dalam UU No.1 Th. 1974 (Undang undang Perkawinan) Pasal 42 dan pasal 43, begitu juga di KHI (Kompilasi Hukum Islam) dalam Pasal 100.
Melihat akibat hukumnya tersebut, sama saja seorang pria telah melakukan kezoliman terhadap perempuan dan tentunya juga terhadap anak yang dilahirkan. Bisa saja si pria menyangkal status mereka kalo sudah terjadi sengketa, perempuannya ditingal begitu saja, anaknya tidak diakuinya, karena tidak adanya bukti tertulis. ( enak betul tuh pria, kata nenek aku sih, habis manis sepah dibuang ).
Kemudian si anak mau sekolah, biasanya kepala sekolahnya tanya mana akta lahirnya ?, ini masalah lagi, mau bikin akta lahir harus ada buku nikah, sedangkan buku nikah tidak punya, lalu mau di kemanakan tuh anak. Dibiarkan saja tidak sekolah, wah.. wah… zolim lagi tuh orang tua kepada anaknya.
Kalo udah tau akibatnya nikah sirri, masih mau nikah sirri juga, silahkan saja atau sekalian saja nikah sirri masal biar rame gitu loh.
Maksud loh….?
Maksud aku …harus dipikirkan lagi dong… kalo mau nikah sirri, terutama bagi wanita, karena ini jelas akan merugikan bagi wanita dan juga anak.
Biak, 17 Pebruari 2010

Friday, January 22, 2010

POLIGAMI ITU ENAK

By: abdun albarra
.............
Reff:
Jadikanlah aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walaupun kau takkan pernah
 kumiliki selamanya.
.....
Penggalan lagu Astrid, yang berjudul “ Jadikan Aku Yang Kedua”
Saya jadi bertanya tanya, apakah itu suara murni hati seorang perempuan, beberapa wanita yang saya tanya, tidak satupun yang mau suaminya kawin lagi, bahkan diantara teman teman saya, mereka bilang, kalau suaminya kawin lagi, lebih baik dia dicerai dan hidup sendiri. Bahkan ada yang lebih ekstrim (ini menurut saya) dia katakan; kalau suaminya kawin lagi akan dia bunuh saja, kalau tidak dia berkata; langkahi dulu mayatku (apakah seberani dan senekad itu seorang perempuan ).
Sekarang kalau kita bertanya kepada nurani kita, seandainya kita punya dua anak, satu punya kepribadian yang baik, taat dengan orang tua, sedangkan yang satunya mempunyai perangai tidak baik, bahkan sering membangkang dengan orang tuanya. Suatu hari kita dikasih orang satu potong roti, kepada anak yang mana akan diberikan roti itu, kalaupun harus membaginya, apakah bagi rata ?.
Kalau masalah benda (materi) mungkin kita bisa membaginya dengan rata, namun perasaan kita, apakah bisa membagi kasih sayang dengan rata. Dalam istilah lainnya adalah adil.
Adil adalah perlakuan sama terhadap kedua belah pihak dengan tidak menzalimi salah satunya, jangan sampai kecintaan berlebiahan kepada salah satu pihak dan ada rasa benci kepada pihak lain, menghalangi kita untuk berbuat adil, meskipun perasaan tidak bisa ditebak. 
Sebenarnya arah pembicaraan ini adalah masalah poligami, apakah seorang suami yang berpoligami itu sudah yakin dia mampu untuk berlaku adil, kalau tidak mampu, berarti dia zalim, kalau zalim apakah ini dapat dikatagorikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebenarnya jangankan poligami, monogami saja, pencurahan kasih sayang kepada istri apakah sudah sepenuhnya.
Seorang suami yang monogami, tapi dia sibuk dengan pekerjaannya, melebihi batas kewajaran, karena sibuknya sampai dia lupa ulang tahun istrinya atau lupa pesan istrinya, sewaktu mau berangkat kerja, menurut saya ini juga sebenarnya sudah terjadi poligami, suami berpoligami dengan pekerjaannya. Begitu juga seorang isteri karir, yang asik dengan pekerjaannya, dia sudah berpoliyandri dengan pekerjaannya.
Sekarang kita kembali kepada penggalan lagu di atas, seorang perempuan dia tidak mau kalau suaminya berpoligami, tapi banyak perempuan mau menjadi istri muda. Bahkan ada perempuan yang bangga menjadi isteri muda. Pertanyaannya sekarang, kenapa wanita marah suaminya kawin lagi, tapi dia tidak menolak menjadi isteri kedua. Sebenarnya yang mana yang benar ?.
Namun pada prinsipnya susah mencari pria yang mampu berlaku adil terhadap istri istrinya, walaupun dari segi materi, mungkin bisa berlaku adil, tapi kasih sayang, bagaimana ?.
Sepanjang yang saya tahu, pria yang berpoligami, lebih kepada menurutkan nafsunya, bukan karena mengamalkan sunnah, kalau betul ingin mengamalkan sunnah, banyak sunnah sunnah lain yang justru pahalanya sangat besar, misalnya shalat berjamaah di Mesjid, menyantuni anak yatim, memberi makan fakir miskin,dan lain lain, tapi kebanyakan mereka justru tidak melakukannya, kenapa ?, karena poligami itu enak.
(biak, 24 November 2009)

LIMA PESAN NABI SAW

by: abdun albarra
Hadits Rasulullah SAW yang artinya: Wahai kaum Muhajirin, ada lima macam bencana jika ditimpakan dan diturunkan kepada kalian yang Aku berlindung kepada Allah, semoga kalian tidak mengalaminya;
Pertama, bila muncul perzinaan di suatu kaum hingga mereka berani melakukan secara terang-terangan, maka akan tersebar di kalangan mereka penyakit yang tidak pernah diderita oleh nenek moyang mereka sebelumnya.
Kedua, bila mereka (suka) mengurangi sukatan dan timbangan, niscaya mereka akan dibalas dengan kemarau panjang, paceklik hebat dan kezaliman para penguasa.
Ketiga, bila mereka enggan mengeluarkan zakat, niscaya mereka tercegah dari hujan yang turun dari langit (kemarau panjang). Sungguh kalau bukan lantaran hewan-hewan, niscaya hujan tidak akan dicurahkan sama sekali.
Keempat, bila mereka merusak janji dengan Allah SWT dan janji dengan RasulNya, niscaya didaulatkan kepada mereka musuh dari luar, lalu musuh itu merenggut sebagian apa yang ada di tangan mereka. (meninggalkan perintah dan mengerjakan larangan).
Kelima, bila para pemimpin mereka tidak memutuskan perkara berdasarkan kitabullah, niscaya Allah jadikan peperangan antar sesama mereka. (HR Al Baihaqi dan lain-lain, lihat kitab Al Targib Wa Al Tarhih, Madrasah Al Falah, Makkah, hal 41-42).
Lima pesan nabi tersebut, seperti sudah marak di negeri ini, lihat saja masalah perzinahan, baik yang terselubung maupun yang terang terangan, bahkan para pejabat sudah tidak malu lagi, mereka melakukan perbuatan zina, kemudian di rekam, rekaman beredar di masyarakat, ada lagi yang orang pintar dan suci, mereka melakukannya meski tidak secara jelas, namun dengan kepintarannya mereka melakukan dengan berselubungkan agama, seolah olah itu dibenarkan oleh agama.
Para pengusahan atau pedagangnya sudah luntur kejujurannya, bahkan mungkin sudah sirna, para pedang kalau menjual mengurangi timbangan, barang yang rusak ditutupi dengan barang yang bagus, pengusahanya untuk memuluskan usahanya, sogok sana sini, mengerjakan pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.
Para orang kaya bukannya tidak mau mengeluarkan zakat, mereka tetap mengeluarkan zakat, mereka mengeluarkan sendiri dibagi rumah mereka, orang yang berhak menerima berjubel menunggu giliran, yang tidak sedikit berakibat memakan korban, mereka mengeluakan dengan pamer kekayaan.
Janji kita kepada Allah pertama kali waktu di dalam rahim, kemudian berjanji lagi kepada Allah dan Nabi saw, dengan mungucapkan dua kalimah syahadat, namun janji itu dilanggar, orang yang meninggalkan shalat, puasa, zakat, atau tidak mau berhaji, walau dia mampu untuk itu, semua itu termasuk melanggar janji kepada Allah dan Nabi.
Para pengambi kebijakan sudah tidak bijaksana lagi, pengadil sudah tidak adil, mereka memutuskan hanya berdaran untuk rugi bagi dirinya.
Sekarang kita lihat akibatnya, bencana disana sini, namun tidak membuat kita sadar, bahkan semakin parah.
Biak, 9 Agustus 2009

Ali dan Buah Delima

 By:abdun albarra
Pada suatu hari Fatimah istri Ali ra, yang sedang sakit dan sudah tiga hari tiga malam tidak makan, minta kepada Ali (suaminya) agar dicarikan buah delima. Karena Ali tahu istrinya sedang sakit dan sudah tiga hari tidak makan sekarang dia minta buah delima, Ali pun berangkat, namun pada saat itu belum musim buah delima apalagi di Madinah tidak ada kebun delima, karena sangat cintanya kepada istri, akhirnya Ali mencari ke kota lain, berhari hari Ali mencari ketemu juga kebun delima, namun karena bukan musimnya, karena bukan musimnya pohon itu tidak ada buahnya tapi Ali tidak putus asa dia mencari lagi ke kebun lain. Perjuangan Ali tidak sia sia, ada sebuah kebun di antara kebun tersebut ada yang berbuah tapi hanya satu biji, lalu Ali mencari pemiliknya ternyata dekan kebun itu ada sebuah rumah di huni seorang pemuda, lalu Ali berkata agar bisa minta buah tersebut atau membelinya, tapi jawab pemuda itu dia bukan pemiliknya, hanya penjaga kebun, dia tidak berani memberikan, Ali bertanya dimana pemilinya. Jawab pemuda tersebut ada di kampung sebelah Ali pun berjalan lagi mencari pemilik kebun tersebut, akhirnya bertemu juga dengan pemilik kebun tersebut. Ali pun minta atau kalau tidak dia akan memelinya, tapi jawab pemilik kebu tersebut buah tersebut sengaja ditinggal untuk bibit. Pemilik kebun tersebut tidak tahu kalau yang datang itu Ali ra, akhir Ali pun bercerita tentang istrinya. Pemilik kebun tersebut terkejut baru kali ini dia bertemu dengan yang namanya Ali menantu Rasulullah saw,sebelumnya hanya dengar namanya belum pernah bertemu, pemilik kebun itupun berkata ambil saja buah delima itu beserta dengan kebunnya. Namun Ali berkata hanya minta buahnya saja. 
Legalah Ali apa yang yang dia cari sudah didapatkannya. Diperjalannan Ali bertemu denga seorang yang sangat tua badannya kurus. Orang tua itu berkata wahai pemuda tolonglah saya, saya sakit dan sudah tujuh hari dan tujuh malam tidak makan, saya mau makan buah delima, saya sudah mencari namun tidak ada pohon yang berbuah. Ali pun bingung namun dia berpikir orang tua ini sudah tujuh hari tidak makan sedangkan istrinya baru tiga hari. Akhirnya Ali pun kasihkan buah delima yang dia dapatkan dengan susah panyah kepada orang tua tersebut.
Sesampainya di rumah Ali ceritakan kepada istrinya tentang buah delima yang dia dapat dengan susah payah dan dia berikan kepada orang tua, istri yang shaleh dia tidak marah dan berterimakasih kepada suaminya (Ali) karena menolong orang yang lebih memerlukan. Dengan kekuasaan Allah Fatimah sembuh dari sakitnya. 
Tengah malam pada saat Ali dan istrinya sudah mau tidur, ada orang yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam (Ali bertanya tanya dalam hati siapa yang datang malam malam), setelah Ali menjawab salam, dia bertanya,; siapa di luar ?, jawab orang yang datang; saya Salman al Farisyi, lalu Ali membuka pintu, ada apa saudara Salman datang malam hari ? Tanya Ali, jawab Salman saya membawakan titip orang untuk kamu, dan Salman menyerahkan titipan tersebut, Ali pun menerima titipan tersebut dan bukanya, ternyata isinya buah delima, tapi hanya sembilan saja, Ali bertanya mana satu bijinya ?, kenapa ?, Salman balik bertanya, Ali menjawab karena Allah berfirman barang siapa berbuat baik akan diganjar sepuluh, tadi siang saya memberi orang satu buah delima, maka seharusnya delimanya sekarang ada sepuluh, kalau hanya sembilan saja berarti kurang satu. Salman sambl tersenyum menjawab betul tadinya sepuluh tapi saya simpan satu. (ternyata Salman menguji kehebatan Ali).
(biak, 20 Agustus 2009)